Fesyen Goni dari Gunagoni

    Arthurio Oktavianus Arthadiputra - 18 Mei 2020 11:00 WIB
    Fesyen Goni dari Gunagoni
    Produk fesyen berbahan goni dengan label Gunagoni diproduksi di Kalangan, Jl. Timbulrejo, Pranan, Sendangsari, Minggir, Sleman, Yogyakarta. (Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
    Yogyakarta: Bergaya dengan produk fesyen dari bahan goni tak kalah saing dengan produk berlabel ternama. Unik, nyentrik, fashionable dan fleksibel digunakan, fesyen berbahan goni mampu membuat mata orang banyak untuk melirik. Seperti produk fesyen goni yang dibuat oleh Gunagoni.

    Berlokasi di Kalangan, Jl. Timbulrejo, Pranan, Sendangsari, Minggir, Sleman, Yogyakarta, produk fesyen Gunagoni dibuat. Sebanyak 14 model ukuran produk tas, dompet dan topi, dilepas Gunagoni untuk para pemburu fesyen nyentrik.

    “Ini produk kan segmented banget, limited edition dan apa adanya. Selain itu juga harus biodegradable sesuai dengan cita-cita awal membuat produk kita,” ujar Andreas Bimo Wijoseno, owner Gunagoni saat ditemui di rumahnya, Sabtu 17 Mei 2020.

    Originalitas menjadi pegangan utama Bimo saat membuat produk Gunagoni. Baginya, produk yang dihasilkan bukan sekadar barang yang dilempar ke pasaran. Tetapi, suatu karya hasil pemikiran dan ‘kerja yang merdeka’ dari produk berlabel Gunagoni.

    Menghasilkan produk Gunagoni yang dikerjakan sendiri oleh Bimo, menjadikan label Gunagoni sebagai produk idealis. Karena, produk yang original dan bukan copycat.

    Fesyen Goni dari Gunagoni
    (Topi dan tas Gunagoni menjadi produk fesyen yang antimainstream. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

    Produk antimainstream

    Bimo sadar bahwa Gunagoni merupakan produk yang antimainstream. Menembus pasar umum bukanlah hal yang mudah. Sejak memulai debut usaha di tahun 2013, pangsa pasar produk memang menjadi tantangan tersendiri untuk ditaklukkan.

    “Kalau mengenai pemasaran, biarkan berjalan sendiri. Aku ndak bisa, bukan bidangku. Pasarnya sudah jalan. Lewat blog dan media sosial. Aku cuma bisanya menulis. Ya udah, aku nulis. Kalau dagang, masih belajar,” tutur Bimo.

    Terus menulis tiap bulan secara rutin di blog dan aktif diposting di media sosial, menjadi “mannequin berjalan” dan tempat display produk Gunagoni. 

    Terobosan lain yang dilakukan adalah melalui art shop dan membuat pasar sendiri melalui pasar komunitas.

    “Bersama teman-teman yang juga membuat produk antimainstream dan mempunyai tujuan yang sama, akhirnya kita buat pasar komunitas. Namanya Pasar Sasen yang digelar tiap bulan di minggu pertama,” katanya.

    Fesyen Goni dari Gunagoni
    (Topi dan tas Gunagoni dibuat dengan bahan yang ramah lingkungan. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)

    Pasar Sasen pun menjadi media promo produk Gunagoni yang hidup, baliho yang hidup. Hingga Bimo berani menembus satu gerai ternama di Yogyakarta. 

    Tas, dompet dan topi berlabel Gunagoni pun melenggang bebas tak terbendung di pasaran lokal dan online.

    Ramah lingkungan

    Karung goni bekas menjadi bahan utama dalam pembuatan produk Gunagoni merupakan bentuk dukungan Bimo akan produk yang ramah lingkungan. Bahan goni yang digunakan sebisa mungkin habis terpakai.

    “Asesoris pada produk Gunagoni juga menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Tali tas dari kulit dan kancing dari sisa batok kelapa,” terangnya.

    Keunggulan produk yang ramah lingkungan ini membuat banyak peminat yang datang langsung untuk membeli, selain dari pemesanan online dan melalui akun Instagram @gunagoni.

    “Ada orang dari China diajak teman ke sini, orang Jerman. Mereka searching di Instagram, datang dan beli barang. Pasar lokal malah lebih banyak,” tutup Bimo. 



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id