JEF 2019, Bukan Sekadar Festival Makanan

    A. Firdaus - 01 September 2019 10:00 WIB
    JEF 2019, Bukan Sekadar Festival Makanan
    JEF merupakan platform yang kami ciptakan untuk menjadi ajang diskusi bagi semua pelaku kuliner, pakar industri, UKM. (Foto: Dok JEF)
    Jakarta: Jakarta Eat Festival (JEF) kembali digelar. Pada tahun kedua ini, GCM Group selaku pihak penyelenggara mengusung tema 'Indonesian Food Raising' yang digelar di Gandaria City, pada 29 Agustus hingga 1 September 2019.

    Merujuk pada bangsa Indonesia yang mencintai budaya makanan dari Sabang sampai Merauke, GCM Group tergerak untuk melanjutkan event yang sebelumnya berjalan sukses ini.

    "Saat ini terjadi pertumbuhan luar biasa yang dinikmati para foodpreneur terutama didukung adanya online food distribution. Di sini kita ingin menggali lebih dalam lagi sektor kuliner Indonesia yang terbaik untuk dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas.” ujar Svida Alisjahbana, CEO GCM Group sekaligus Ketua Umum JEF.

    Lebih lanjut, demi menciptakan acara yang menyenangkan bagi semua anggota keluarg dan bermanfaat bagi pelaku industri makanan, JEF diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan erat kaitan antara pangan dengan lingkungan hidup.

    "JEF merupakan platform yang kami ciptakan untuk menjadi ajang diskusi bagi semua pelaku kuliner, pakar industri, UKM, mau pun start up yang telah mengubah pola kita dalam mengonsumsi makanan,” sambung Svida.

    Pada JEF 2019 ada topik kesehatan, tren makanan, hingga tentang bahan pangan bagi santapan masa depan. Ketiga topik ini merupakan mimpi yang terjawab untuk membawa industri pangan Indonesia ke tingkat dunia.

    Sementara itu, Lily Mulyadi, selaku General Manager Gandaria City Mall mengatakan, ada kesan yang berbeda pada JEF kali ini. Baginya, JEF merupakan event makanan berbeda dibandingkan dengan yang lain.

    "JEF bukan seperti bazaar makanan pada umumnya, namun lebih terkonsep dan menarik karena dikemas dengan cara berbeda, serta mempunyai visi untuk membawa kreasi Indonesia ke level lebih bergengsi dan ekslusif," ujar Lily.

    Terlebih lagi, masih menurut Lily, JEF juga menciptakan panggung bagi sosok kuliner hingga komunitas bermisi positif untuk berbagi suara akan dunia kuliner Indonesia. Yang pasti, selama 4 hari penyelenggaraannya, JEF akan membuat kita kenyang dengan berbagai pilihan kuliner dan ilmu yang ditawarkan.

    Satu lagi yang berbeda dari JEF 2019 adalah dengan menggandeng Grabfood sebagai partner. Alasanya karena perubahan lanskap bisnis para foodpreneur kelas kecil hingga menengah. Perannya, Grabfood akan berbagi trik untuk meningkatkan pemasukan bisnis dan optimalisasi penggunaan media sosial sebagai salah satu marketing tool.

    “Acara ini bukan sekadar food bazaar. Dengan lebih dari 40 pengisi acara dan beragam topik, kami ingin mengedukasi publik tentang spektrum luas di balik santapan yang sehari-hari kita nikmati,” jelas Ade Putri, Content Director JEF.

    Sebagai event yang bukan sekadar bersenang-senang, JEF juga berani mengambil langkah untuk membuat acara ini lebih ramah lingkungan.

    “Kami juga sadar betapa besar peran industri pangan pada lingkungan hidup, utamanya perihal waste. Kami ingin mengajak pengunjung untuk lebih bijak dalam penggunaan kemasan sekali pakai, misalnya dengan membawa botol minumnya sendiri. Jangan khawatir, karena kami akan mempersiapkan water station untuk peserta JEF,” jelas Ira Guntur, Festival Director JEF.

    Tak ayal, dukungan penuh datang dari WWF Indonesia yang sedang galaknya mengampanyekan 'Beli yang Baik'.

    “Segala sesuatu yang kita konsumsi berdampak bagi lingkungan, mulai dari cara produksinya, penggunaannya hingga limbahnya. Oleh karena itu, kampanye ‘Beli Yang Baik’ mengajak konsumen untuk mencermati berbagai aspek dari produk yang dikonsumsi untuk meminimalisir dampak negatifnya terhadap lingkungan”, jelas Dewi Satriani, Manajer Komunikasi Konservasi WWF-Indonesia.

    Di samping itu, tema ini juga membuat kolaborasi yang bagus antara JEF dengan WWF-Indonesia yang tergabung dalam konsorsium Harvest bersama HIvos, Aman, NTFP-EP Indonesia, dan ASPPUK terkait kampanye Pangan Bijak Nusantara untuk mendorong perubahan pola konsumsi dan produksi pangan menjadi sehat, lokal, adil, dan lestari.

    "Pangan Bijak Nusantara merupakan kampanye publik multi-tahun yang sangat penting mendorong perubahan gaya konsumsi pangan yang signifikan ke arah konsumsi produk pangan yang berasal dari sumber yang etis dan berkelanjutan, melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran konsumen mengenai dampak dari pilihan makanan mereka pada lingkungan, sosial-budaya, dan aspek lainnya," terang Miranda, Project Manager Local Harvest.

    Di JEF 2019, selain booth berisi tenant dengan berbagai varian produk, ada juga beragam talk show, workshop, cooking demo, nonton film bareng, hingga molecular gastronomy cooking show. Dengan varian 'menu' disebutkan itu, pastinya akan menjadi daya tarik tersendiri.

    Belum lagi dengan topik menarik yang ditawarkan, seperti diet, inisiasi masak-memasak, skena bir kriya di indonesia, Ubud sebagai tujuan gastronomi dunia, hingga bagaimana membuat konten serta branding yang baik.

    Ada juga demo masak dari koki tingkat profesional, seperti Chef Eddrian Tjhia, Chef Ardika Dwitama, dan Chef Andrian Ishak. Sederet chef tersebut juga menjadi daya pikat bagi para pencinta kuliner.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id