Mengenal Durian Gundul dari Indonesia

    Raka Lestari - 20 Mei 2020 21:03 WIB
    Mengenal Durian Gundul dari Indonesia
    Pernahkah mencoba rasa durian gundul? Ternyata asalnya dari Lombok. Berikut selengkapnya. (Foto: Dok. South China Morning Post)
    Jakarta: Durian identik dengan buah yang memiliki duri tajam dan bau yang menyengat. Namun bagaimana jika ada durian yang tidak memiliki duri? Apakah tetap memiliki rasa yang sama seperti durian pada umumnya?

    Dilansir dari South China Morning Post, ditemukan jenis Durian Gundul atau durian yang tidak memiliki duri sekitar satu dekade lalu di Indonesia. Para ahli sampai saat ini masih belum bisa menjelaskan mengenai fenomena Durian Gundul ini.

    Menurut ahli botani Gregori Garnadi Hambali, itu mungkin hasil dari mutasi alami atau gen resesif. 

    “Peluang terjadinya durian gundul ini sangat kecil, sekitar satu dari sejuta,” kata Hambali, yang juga bekerja di Taman Buah Mekarsari, pusat konservasi keanekaragaman hayati di Bogor, Jawa Barat.

    Durian Gundul ini ditemukan pertama kali pada tahun 2007 di Pulau Lombok. Buah tersebut tumbuh di pohon yan berada di lereng Gunung Rinjani, di halaman rumah salah satu penduduk bersama dengan durian yang berduri.

    Mengenal Durian Gundul dari Indonesia
    (Pertama kali durian gundul muncul di tahun 2007 di Lombok. Foto: Dok. South China Morning Post)

    Pada awalnya, penduduk tersebut merasa takut untuk mencoba durian yang tidak memiliki duri tersebut karena takut beracun. 

    Namun pada musim buah selanjutnya, pohon tersebut menghasilkan kembali buah durian yang tidak memiliki duri di antara buah durian normal lainnya. Pemilik pohon durian tersebut akhirnya mencoba dan ternyata rasa buah durian gundul tersebut sama seperti durian biasanya.

    Maisin, salah satu tim dari pihak pertanian setempat yang melakukan inspeksi pada pohon tersebut mengatakan, “Hanya sekitar dua persen dari bunga yang tumbuh pada pohon yang dicangkok tersebut menghasilkan durian gundul," kata Maisin.

    "Durian gundul cenderung tumbuh hanya ketika pohon jantan dan bunga betina berada berdekatan, menunjukkan itu adalah hasil dari gen resesif,” katanya.

    Fakultas Pertanian dari Universitas Mataram juga mencoba untuk mengembangkan durian gundul yang langka tersebut, tetapi hasilnya tidak sukses setelah empat tahun percobaaan. 

    “Jika durian gundul ini bersifat alami, pasti bisa diproduksi secara massal melalui metodologi kultur jaringan,” kata Muhammad Sarjan, seorang profesor dari Universitas Mataram. “Akan tetapi jika durian gundul ini hasil dari mutasi, tentu tidak bisa dilakukan produksi massal,” tutupnya.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id