Desa Menawan Tanpa Akses Mobil di Belanda

    Sunnaholomi Halakrispen - 27 Mei 2020 17:00 WIB
    Desa Menawan Tanpa Akses Mobil di Belanda
    Giethoorn adalah kota di provinsi Overijssel, Belanda. (Foto: Dok. Ercan Er/Unsplash.com)
    Jakarta: Akses kendaraan darat seperti mobil sering kali ditemukan di berbagai lokasi di daerah. Namun kali ini, ada desa menawan yang Anda tidak akan menemukan mobil berlalu-lalang.

    Dilansir dari api.nationalgeographic, lokasi ini terletak di Giethoorn, dusun indah yang dikenal sebagai Venesia Belanda. Di desa Giethoorn, bagian kecil dari negara kincir angin, ketenangannya nyaris seperti mimpi.

    Begitulah adanya, sepi hingga Anda ingat tidak ada mobil satupun di sana. Faktanya, tidak ada jalan bagi mobil untuk berkeliling, karena tidak ada jalanan. 

    Penduduk lokal dan pengunjung Giethoorn berkeliling dengan cara yang unik, yakni dengan sepeda, perahu, atau berjalan kaki. Di desa ini, terdapat kumpulan pulau gambut kecil yang dihubungkan oleh jembatan. 

    Maka dari itu, tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali menyelinap di antara rumah pertanian beratap jerami dan pijakan kaki melintasi labirin kanal. Bayangkan benar-benar tidak seperti akses jalanan pada umumnya.

    Nama desa mengingatkan kembali ke abad ke-13. Berdasarkan ceritanya, pemukim aslinya menemukan kumpulan tanduk kambing liar yang diduga telah mati dalam Air Bah 1170. Tanduk kambing atau Geytenhoren disingkat menjadi Giethoorn, dan nama itu menetap. 

    Desa Menawan Tanpa Akses Mobil di Belanda
    (Giethoorn, dusun indah yang dikenal sebagai Venesia Belanda. Anda tidak akan menemukan mobil berlalu-lalang. Foto: Dok. Ethan Kent/Unsplash.com)

    Waktu berlalu hingga berabad-abad terjadi banjir, air terus mengalir dan menetap di lokasi itu. Hingga akhirnya menjadi sejarah tersendiri sekaligus memberikan pemandangan indah kehidupan desa yang tak biasa.

    Di Taman Nasional De Weerribben-Wieden di dekatnya, para penggemar satwa liar mendaki lahan basah. Alang-alang menjadi rumah bagi berang-berang, burung kormoran besar, dan burung kuntul. 

    Tentu saja Anda dapat melintasi jalur air dengan perahu dayung dan kano, atau dengan jalur mendaki. Tanpa polusi suara kendaraan bermotor, suara alam menghidupkan pemandangan bagi semua indera.

    Tips Perjalanan

    Jan Brouwer, seorang fotografer Your Shot, mengabadikan kondisi ketenangan Giethoorn di sepanjang kanal bernama Binnenpad. Ini direkomendasikan Brouwer sebagai area yang sangat menakjubkan untuk melihat jembatan dan rumah desa.

    Supaya Anda mendapatkan pemandangan indah pada waktu emas (golden hours of the day), atur alarm Anda di pukul 6 pagi kemudian keluar untuk mengambil foto di sepanjang kanal sebelum perahu naik ke air.

    Cara lainnya, tunggulah sampai setelah jam 6 sore, ketika pengunjung biasanya telah bubar dari area itu. Anda bisa menginap di salah satu tempat tidur lokal, menikmati sarapan yang berlimpah, dan menghindari kemacetan.

    Anda bisa ke Giethoorn dengan menggunakan kereta dan bus. Untuk menghindari keramaian, pilihlah bulan April, Mei, Juni, atau September, dan perlu diingat bahwa kunjungan di hari kerja bisa menjadi pilihan yang terbaik. 

    Meskipun desa yang sering disebut dengan Venesia Belanda ini terasa cukup jauh dari ibu kota Amsterdam, yakni hanya berjarak sekitar 75 mil. Tentunya, perjalanan dua jam itu sepadan dengan kepuasan yang didapatkan seperti bepergian ke masa lalu.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id