Kemenparekraf: Geopark Run Series, Promosi Pariwisata Indonesia lewat Lari

    Sunnaholomi Halakrispen - 27 Februari 2020 18:33 WIB
    Kemenparekraf: Geopark Run Series, Promosi Pariwisata Indonesia lewat Lari
    Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Nurul Ramadhan/Antara)
    Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mendukung kegiatan Geopark Run Series (GRS) 2020. Kegiatan olahraga tersebut diyakini dapat membantu mempromosikan pariwisata Indonesia demi mendatangkan jumlah wisatawan.

    "Geopark Run Series sebagai sport tourism sangat efektif untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi geopark kelas dunia," ujar Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Kemenparekraf RI, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2020.

    Ia memaparkan bahwa salah satu bentuk dari penyelenggaraan sport tourism ini tidak hanya berlangsung di satu lokasi. Melainkan, empat lokasi, yaitu di Belitong, Ciletuh, Krakatau, dan Minang.

    Event besar GRS 2020 ini merupakan hasil kerjasama dengan pemerintah daerah terkait. Di antaranya, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

    Yv Tri Saputra selaku Ketua Panitia Geopark 2020 menjelaskan, GRS 2020 berkaca dari keberhasilan ajang lari bernama Minang Geopark Run di dua tahun belakangan. Sebab, pada dua kali penyelenggaraan tersebut, peminatnya dinilai melonjak.

    "Bisa kita lihat acara seperti ini banyak sekali yang ingin mengikuti. Bahkan, beberapa event itu selalu dipenuhi, sampai acara belum terselenggara itu sudah full, dan harus di tambah kuota," papar Tri.

    Kemenparekraf: Geopark Run Series, Promosi Pariwisata Indonesia lewat Lari
    Peluncuran Geopark Run Series 2020 (Foto: Krispen/Medcom.id)

    Tersedia beragam kategori lari yang bisa diikuti masyarakat, yaitu ultra run 60K, celebration 5K, 10K, dan 21K. Kemudian, ada juga charity program dan pesta rakyat serta hiburan kesenian dan kuliner khas daerah setempat.

    Kegiatan GRS 2020 diyakini akan memberikan dampak positif secara langsung bagi Bangsa Indonesia. Khususnya, terkait promosi pariwisata yang ada di sekitar keempat lokasi Geopark. Selain itu, juga dapat meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat sekitar.

    "Event GRS akan meningkatkan legacy bermanfaat bagi masyarakat yang akan berkunjung, melalui kegiatan CrowFunding dan Crowdsourcing seperti pembuatan tempat sampah, pembersihan pantai, pembangunan toilet umum dan musolah, ataupun penanaman bakau sebagai pelestarian alam," tuturnya.

    Sementara itu, GRS 2020 akan mulai diadakan pada 18-19 April 2020 di Tanjung Kelayang, Belitong. Kemudian, nantinya diakhiri pada tanggal 20-29 November 2020 di Nggarai Sianok, Sumatera Barat.

    Geopark di Indonesia sendiri telah tersebar di sejumlah daerah. Setidaknya ada 30 Geopark yang menampilkan keindahan alam masing-masing lokasi. Bahkan, ada empat Geopark Indonesia yang telah diakui oleh dunia.

    Keempatnya disebut sebagai UNESCO Global Geopark. Di antaranya, Gunung Batur Bali, Gunung Sewu Yogyakarta, Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat, dan Ciletuh Pelabuhan Ratu Jawa Barat.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id