10 Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari saat di Pesawat

    Anda Nurlaila - 15 Oktober 2019 16:02 WIB
    10 Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari saat di Pesawat
    Ilustrasi--Pexels
    Jakarta: Bepergian dengan pesawat terbang dapat memengaruhi tubuh akibat perubahan tekanan dan tingkat oksigen yang lebih rendah. Selain itu, ada juga beberapa jenis makanan yang perlu dihindari selama Anda di dalam pesawat karena dapat memperburuk kondisi tubuh.

    Kepada Readers Digest, ahli nutrisi terdaftar mengungkapkan makanan yang dapat menjadi bencana selama perjalanan udara Anda. Hindari sampai Anda tiba di tujuan akhir atau saat transit.

    Bawang dan Bawang Putih

    Sarapan dengan bagel bawang putih sebaiknya Anda simpan hingga tiba di tempat tujuan. Bawang putih mengandung senyawa allyl methyl disulfide dapat menyebabkan napas berbau bawang.

    Perlu waktu hingga 24 jam untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Profesor dan ketua departemen ilmu makanan di Ohio State Sheryl Barringer yang menulis studi dalam Journal of Food Science mengatakan ada cara mudah mengatasi bau mulut setelah makan bawang. "Makan apel mentah atau daun mint dapat membantu menghilangkan bau napas setelah makan bawang putih," katanya.

    Alkohol

    Terbang menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi menurut Asosiasi Medis Aerospace. Di samping itu duduk dalam penerbangan yang sempit selama lebih dari empat jam akan meningkatkan kemungkinan pembekuan darah pada orang yang berisiko tinggi. Dehidrasi akibat minum alkohol akan menambah risiko ini dan kondisi kesehatan lainnya.

    Buah kering

    Buah-buahan kering tidak dianjurkan bagi mereka yang menderita asma dan tidak terlalu terbiasa dengan pemicunya. Buah kering dapat mengandung sulfit, yang dapat meningkatkan serangan asma, menurut artikel penelitian dalam jurnal Gastroenterology and Hepatology from Bed to Bench. Asosiasi Medis Aerospace menyebut tingkat oksigen yang lebih rendah di ketinggian dapat memperburuk masalah pernapasan.

    Minuman kopi dan cokelat

    Menyesap secangkir kopi sebelum penerbangan dapat mengganggu selama penerbangan. Satu cangkir kopi 410 miligram kafein yang dapat membuat Anda sering ke toilet dalam dua jam perjalanan. Sebuah studi pada 2017 di jurnal Frontiers in Nutrition menemukan bahwa 6 miligram kafein per kilogram berat badan bertindak seperti diuretik, yang menyebabkan kehilangan cairan, natrium, dan kalium.

    Mayo Clinic menyebut sentakan kafein ini juga dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala atau kram otot. Hal yang sama juga berlaku untuk minuman cokelat hitam.
     
    Kacang dan Mentega

    Kacang mungkin makanan ringan yang lezat dinikmati. Namun membuka kemasan kacang di kabin dapat membawa kacang menyebar dan mengenai mereka yang alergi kacang. Ini dapat meningkatkan risiko alergi.

    Air keran

    Maskapai penerbangan sering kali menyajikan kopi dan teh dari air keran. Sebaiknya Anda menunggu hingga tiba di bandara atau membawa air sendiri. Studi 2015 di International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan bahwa air di dua pesawat yang diuji mengandung bakteri E.coli penyebab penyakit diare.

    Legume, kacang polong, dan lentil

    Selama penerbangan perubahan tekanan kabin dapat menyebabkan gas di usus membesar hingga 25 persen. Legum yang kaya serat akan meningkatkan produksi gas saat Anda berada di ketinggian jelajah. Selain itu gas membuat Anda semakin tidak nyaman jika sedang hamil. Hindari berbagai menu dan camilan yang mengandung kacang sebelum dan selama berada di pesawat.

    Roti lapis

    Makanan cepat saji roti lapis adalah salah satu makanan dengan kandungan natrium tertinggi. Satu porsi sandwich mengandung 1.989 miligram natrium, sekitar 86 persen asupan natrium harian yang dianjurkan.

    Kelebihan natrium dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah dan semakin buruk di tempat dengan oksigen lebih rendah. Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada jantung. Sarapan buah dan yogurt atau pilihan sarapan rendah garam mengurangi risiko.

    Minuman berkarbonasi

    Kadar oksigen yang lebih rendah dapat merugikan terutama untuk individu dengan kelainan paru-paru. Sebuah studi di European Respiratory Journal menemukan bahwa 18 persen penumpang dengan penyakit paru-paru mengalami gangguan pernapasan ringan selama penerbangan.

    Lebih buruk lagi, ekspansi gas pada ketinggian tinggi dapat meningkatkan tekanan pada paru-paru Anda.

    The Aerospace Medical Association merekomendasikan menghindari minuman berkarbonasi yang meningkatkan pembentukan gas dan mengganggu pernapasan.  Minum air secara teratur untuk mencegah dehidrasi dan produksi gas.

    Berondong jagung

    Makan popcorn sambil menikmati tayangan film selama penerbangan memang menarik. Tapi jika terjadi turbulensi akan membuat Anda mesti menanggung insiden memalukan karena berondong jagung akan tumpah dan mengotori penumpang lain dan kabin. Untuk pilihan yang lebih baik Anda dapat membawa beberapa bungkus camilan keripik sehat selama penerbangan.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id