Traveling Makin Kece dengan Batik Lasem

    Sunnaholomi Halakrispen - 29 Februari 2020 09:02 WIB
    <i>Traveling</i> Makin Kece dengan Batik Lasem
    Seiring berjalannya waktu, telah banyak hadir designer yang berani membuat kain batik menjadi pakaian semi formal hingga nonformal. (Ilustrasi/pexels)
    Jakarta: Batik merupakan kain kebanggaan dan berasal dari Indonesia. Umumnya, kain batik dijadikan pakaian formal. Namun, seiring berjalannya waktu, telah banyak hadir designer yang berani membuat kain batik menjadi pakaian semi formal hingga nonformal.

    Misalnya, kain batik lasem yang bisa dibuat untuk traveling. Tampil semakin kece ketika traveling saat mengenakan pakaian dari batik Lasem. Hal ini pun menjadi salah satu fokus Patricia Andriani selaku designer muda.

    Memasuki tahun ketiga kiprahnya di dunia fashion, kali ini Patricia berpartisipasi untuk membawa karyanya ke negeri kincir angin. Ajang pameran budaya Indonesische Culturele Maand yang berlangsung di kota Best, Belanda, mulai awal April 2020. 

    Pameran yang diselenggarakan oleh Stichting (Yayasan) Hibiscus ini mengangkat tema Lasem The Forgotten Heritage dengan menampilkan budaya Lasem yang hampir dilupakan.

    Wanita berusia 26 tahun ini akan menampilkan koleksi batik Lasem untuk para traveler atau pelancong. Hal tersebut akan membuka era baru bagi batik Lasem yang bisa menjadi busana trendy ketika kita melakukan perjalanan.

    "Siluet loose fitting pada konsep traveler yang saya angkat kali ini membuat kesan nyaman. Sesuai dengan kebutuhan para traveler yang menginginkan busana santai," ujar Patricia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

    Bahan yang digunakan pada koleksi New Age of Lasem ini memadukan batik katun, lurik, dan kain semi wool. Kesan yang akan dirasakan mencakup kenyamanan dan hangat.

    "Sentuhan desain asimetris dan tabrak motif tetap ada sesuai dengan identitas desain saya. Hal ini memberikan kesan modern dari kain batik Lasem yang klasik," papar jebolan fashion design di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) di Singapore itu.

    Baginya, makna batik Lasem adalah budaya. Sebab, Lasem bukan hanya batik, tapi juga batik yang berbudaya. Di Lasem, budaya percampuran cina dan jawa sangat kental. "Masih banyak bangunan dan kelenteng cina yang ada di Lasem. Sangat baik sekali masyarakat di sana bisa menjaga dan hidup di budaya yang seperti itu dalam waktu lama," jelasnya.

    Apatricia memiliki alasan khusus dalam memilih batik Lasem. Selain kaya akan budaya, batik Lasem memiliki motif yang sangat menarik dan perpaduan warna yang khas. 

    "Seperti merah, hitam, hijau, dan warna-warna cerah juga ada. Kemudian juga semua batik Lasem asli tulis, itu menjadi nilai plus-nya," akunya.

    "Kami sebagai penyelenggara Indonesische Culturele Maand senang sekali kedatangan perancang muda seperti Patricia Andriani pada acara ini, apalagi membawa budaya Lasem yang hampir dilupakan terbang ke Negeri Belanda dengan konsep baru," ucap Ine WawoRuntu, selaku Ketua dan Pendiri Stichting (Yayasan) Hibiscus.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id