Melihat 'Luka' Pegunungan Ijen dari Dekat

    Elang Riki Yanuar - 22 Desember 2019 17:41 WIB
    Melihat 'Luka' Pegunungan Ijen dari Dekat
    Kawah Ijen (Foto: Medcom/Elang)
    Banyuwangi: Kebakaran hebat yang melanda Pegunungan Ijen beberapa waktu lalu masih meninggalkan luka bakar yang cukup menganga. Walakin, Pegunungan Ijen tetap tak kehilangan pesonanya.

    Kebakaran yang melanda kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur terjadi pada Oktober 2019.  Kebakaran itu menghanguskan sekitar 940 hektare kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Gunung Ranti, dan Gunung Merapi Ungup - Ungup.

    Kebakaran sempat membuat Taman Wisata Kawah Ijen ditutup pada 20 Oktober hingga 6 November 2019. Namun, perlahan tapi pasti wisata di Kawah Ijen mulai kembali menggeliat. Sejumlah wisatawatan lokal dan luar negeri mulai membanjiri Taman Wisata Kawah Ijen.

    Sisa-sisa kebakaran memang masih tampak jelas di sepanjang jalur pendakian. Taman Wisata Kawah Ijen yang sebelumnya terkenal dengan pemandangan asrinya, kali ini memang terlihat sedikit lebih gersang.

    Melihat 'Luka' Pegunungan Ijen dari Dekat
    Pegunungan Ijen tampak gersang usai terbakar (Foto: Medcom/Elang)

    Meski begitu, jalur pendakian Taman Wisata Kawah Ijen sudah terbilang normal. Sejumlah pohon yang tampak terbakar tapi masih terlihat kokoh dibiarkan berdiri. Banyak juga ranting dan pohon yang terbakar sebelumnya harus ditebang agar tidak membahayakan pendaki.

    Lantaran sudah normal dan dibuka seperti biasa, wisatawan tetap harus memulai pendakian pada pukul 01.00 dini hari. Hal itu agar bisa melihat blue fire yang merupakan fenomena alam paling terkenal dari Gunung Ijen. Blue fire ada di dalam kawah yang terletak di puncak Gunung Ijen.

    Waktu tempuh menuju puncak sekitar dua jam. Jalur pendakian menuju puncak cukup menanjak dan gelap sehingga wisatawan harus memakai sepatu atau sandal khusus gunung agar tidak terpeleset.

    Melihat 'Luka' Pegunungan Ijen dari Dekat
    Pegunungan Ijen tampak gersang usai terbakar (Foto: Medcom/Elang)

    Warga setempat ada yang menyediakan jasa antar menggunakan gerobak dorong untuk wisatawan yang tidak memiliki kondisi fisik memadai atau tidak ingin capek-capek menuju puncak. Harga yang ditawarkan biasa kisaran Rp500-800 ribu per orang untuk naik dan turun.

    Jika ada yang 'menyerah' di tengah perjalanan tak perlu takut karena penjaja jasa becak dorong ini tersebar di banyak jalur pendakian. Harganya tentu lebih murah jika dibandingkan titik berangkat dari pintu masuk.

    Setibanya di puncak, angin cukup kencang. Udaranya pun lebih dingin. Karena itu, pendaki harus menyiapkan jaket tebal. Ditambah dengan syal, penutup kepala, sarung tangan dan kaos kaki tebal pula.

    Jika ada beberapa item yang lupa terbawa, penduduk setempat banyak yang menjual sarung tangan, kaos kaki, senter hingga penutup kepala. Mereka juga menyediakan jasa penyewaan senter hingga masker khusus.

    Masker memang menjadi peralatan penting jika ingin melihat blue fire lebih dekat di dalam kawah yang penuh debu dan gas belerang. Jalur pendakian menuju kaldera Ijen cukup curam sehingga pendaki harus benar-benar memperhatikan langkahnya. Butuh waktu 45 menit hingga 1 jam dari puncak gunung menuju kawah.

    Yang menarik, selama turun menuju kaldera, pendaki akan berpapasan dengan penambang setempat yang memikul belerang hingga puluhan kilo sambil menapaki medan terjal. Saat tiba di kawah, barulah pendaki bisa melihat api biru dengan jelas.

    Pendaki biasanya mulai kembai ke atas puncak lalu menuruni gunung sekitar pukul 05.00 pagi. Jika memiliki waktu lebih luang, pendaki biasanya menunggu datangnya sunrise.

    Sepanjang perjalanan pulang pada pagi hari juga mulai terlihat beberapa tanaman mulai tumbuh di lokasi Pegunungan Ijen yang terbakar.

    Melihat 'Luka' Pegunungan Ijen dari Dekat
    Kondisi Pegunungan Ijen usai terbakar (Foto: Medcom/Elang)

    Butuh waktu yang tidak sebentar agar ekosistem Pegunungan Ijen pulih. Selain membiarkan diri Pegunungan Ijen memulihkan diri sendiri, sejumlah pihak melakukan penanaman pohon di beberapa titik. Harapannya tentu agar Pegunungan Ijen kembali memesona dengan sempurna.

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id