Dua Daerah yang Layak Membuka Sektor Pariwisata Menurut Menparekraf

    Kumara Anggita - 23 Juni 2020 13:43 WIB
    Dua Daerah yang Layak Membuka Sektor Pariwisata Menurut Menparekraf
    Air Terjun Kembar yang berlokasi di Kampung Anyar, merupakan salah satu wisata alam di Banyuwangi. (Foto: Antara/BUDI CANDRA SETYA)
    Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wishnutama Kusubandio membeberkan dua daerah yang ia anggap layak untuk membuka pariwisata. Kedua daerah tersebut adalah Bali dan Banyuwangi.

    Menurut Wishnutama, kedua daerah tersebut dianggap layak karena memiliki persiapan protokol kesehatan untuk pariwisata. Tentu hal itu sesuai dengan Protokol Kesehatan Sektor Parekraf yang telah disahkan oleh Kementerian Kesehatan, kemarin.

    “Contoh yang sudah kami lihat seperti di Bali dan Banyuwangi. Persiapan protokol kesehatan di sana sudah sangat baik. Dan tentunya banyak daerah lain yang sudah mempersiapkan demikian,” jelas Wishnutama.

    Pada keputusan bernomor HK.01.08/Menkes/382/2020, mengatur tentang Protokol Kesehatan dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain tempat wisata, mengatus juga hotel, penginapan, rumah makan, moda transportasi, event pertemuan dan sektor pariwisata lainnya.

    “Rencana pembukaan bertahap sektor pariwisata diharapkan bisa menggerakan perekonomian kembali masyarakat khususnya di sektor pariwisata. Saat ini kita berencana kembali menbuka wisata alam yang berisiko rendah terhadap penularan,” ungkapnya dalam Live Youtube Kemenparekraf, Senin, 22 Juni 2020.

    Wishnutama berharap agar protokol yang dibuat dapat diacu oleh seluruh pihak. Seperti pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat. Termasuk asosiasi, pengelola, pemilik, pekerja, dan pengunjung pada tempat dan fasilitas umum.

    “Diharapkan protokol kesehatan ini dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam perencanaan pembukaan pariwsata termasuk wisata alam,” ujar Wishnutama.

    Tak kalah pentingnya, ia menegaskan agar sektor pariwisata juga harus siap menjalani protokol tersebut dengan benar. Jangan sampai pembukaan ini justru malah menambah penularan.

    “Kesiapan pemerintah daerah, pelaku industri, maupun masyarakat masing-masing daerah sangat penting dalam melaksanakan. Hal ini di samping tentunya kondisi covid-19 di masing-masing daerah yang juga harus sudah kondusif. Pelaksanaan protokol kesehatan juga harus sangat disiplin dalam pelaksanaanya agar dapat membawa kebaikan pada masyarakat sekitar,” paparnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id