Gejala Lain yang Bisa Timbul Saat Anda Terkena Virus Korona

    Kumara Anggita - 22 Maret 2020 15:47 WIB
    Gejala Lain yang Bisa Timbul Saat Anda Terkena Virus Korona
    Ini perbedaan antara virus korona, demam, dan flu. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Virus korona atau covid-19 umumnya bisa dideteksi dengan melihat diri Anda atau orang di sekitar Anda demam, sesak, dan batuk. Namun untuk beberapa orang, virus korona disertai dengan gejala lain atau bahkan tanpa gejala sama sekali. 

    Apa saja gejalanya ya? Berikut persentase orang yang terkena korona berdasarkan gejalanya masing-masih dari WebMD:

    - Demam: 88%
    - Batuk kering: 68%
    - Kelelahan: 38%
    - Batuk berdahak, atau dahak kental, dari paru-paru: 33%
    - Napas tersengal: 19%
    - Nyeri tulang atau sendi: 15%
    - Radang tenggorokan: 14%
    - Sakit kepala: 14%
    - Menggigil: 11%
    - Mual atau muntah: 5%
    - Hidung tersumbat: 5%
    - Diare: 4%
    - Batuk darah: 1%
    - Mata bengkak: 1%

    Gejala Lain yang Bisa Timbul Saat Anda Terkena Virus Korona
    *Sumber: National Institute Allergy and Infection Diseases, WHO, CDC.
    (Ini perbedaan antara virus korona, demam, dan flu. Foto: Dok. Medcom.id)

    COVID-19 adalah infeksi saluran pernapasan bawah, yang berarti bahwa sebagian besar gejala dirasakan di dada dan paru-paru. Ini berbeda dari pilek biasa yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas.

    Berita baiknya adalah di Tiongkok sendiri, 80 persen norang yang mengalami penyakit ini menunjukkan gejala ringan hingga sedang. Oleh Karena itu, di Amerika dokter merasa bahwa sebagian besar orang dapat mengelola gejala mereka di rumah.

    Jika Anda pernah berkontakan, ditambah memiliki gejala berupa demam (>38 derajat celcius), pilek, batuk, sesak napas maka hubungi 119 EXT 9 atau periksakan diri ke rumah sakit rujukan covid-19 di daerah Anda. Namun bila tidak, beraktivitas lah di rumah. 

    Rata-rata waktu yang dibutuhkan orang untuk sakit setelah terkena virus adalah sekitar 5 hari. Beberapa orang sakit lebih cepat, hanya sehari setelah terpapar, sementara yang lain tidak jatuh sakit selama sekitar 2 minggu, itulah sebabnya masyarakat dikarantina selama 14 hari.

    Orang yang tampaknya memiliki risiko tertinggi untuk penyakit serius dari COVID-19 adalah orang dewasa di atas usia 60, atau orang yang memiliki kondisi medis yang mendasari seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau kanker. Jumlah kematian tertinggi di Cina - 22 persen - terjadi pada orang dewasa di atas usia 80 tahun.

    "Ini akan mengharuskan Anda dan keluarga Anda untuk mengambil tindakan," kata Nancy Messonnier, MD, direktur Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit PernaPasan CDC.

    Dia menyarankan untuk mengambil tindakan pencegahan setiap hari:

    - Hindari orang yang sakit
    - Cuci tangan Anda sesering mungkin
    - Hindari menyentuh permukaan di tempat-tempat umum (seperti tombol lift dan gagang pintu)
    - Hindari orang banyak



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id