Ketua IDI: Masyarakat Harusnya Lebih Panik pada DBD dan TBC Dibanding Korona

    Kumara Anggita - 15 Maret 2020 14:56 WIB
    Ketua IDI: Masyarakat Harusnya Lebih Panik pada DBD dan TBC Dibanding Korona
    WHO belum confirm tentang korona melayang di udara. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Virus korona atau covid-19 telah membuat banyak warga panik. Padahal menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih, penyakit ini fatalitasnya rendah.

    Menurutnya kematian yang disebabkan oleh penyakit ini hanya sekitar 2-3 persen. Ini artinya 97 persen lainnya sembuh.

    Banyak penyakit lain yang sesungguhnya lebih berbahaya seperti kasus demam berdarah (DBD) dan Tuberculosis (TBC). “Beda dengan DBD jumlah 14.000 tapi tak ramai,” ungkapnya.

    “(Korona) penyebarannya meskipun cepat, tidak seperti TBC. Kalau TBC batuk bersin kumannya melayang, kalau terhirup kena. WHO belum confirm tentang korona melayang di udara. (Korona tertular) hanya dengan percikan langsung karena dia jatuh ke bawah. Kalau melayang ke udara tingkatnya lebih parah,” ujarnya.

    Daeng kembali mengaskan bahwa Anda tak perlu panik dengan penyakit ini. Ini karena “Kabar gemira berikutnya, dari angka kematian itu mayoritas mati bukan karena virus tapi karena penyakit penyerta. Dia punya penyakit berat terlebih dahulu seperti ginjal, diabetes terinfeksi makin berat menimbulkan kematian,” ujarnya.

    "WHO belum confirm tentang korona melayang di udara," jelas Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih.


    “Memang banyak terinfeksi yang lanjut usia karena berkaitan dengan daya tahan tubuh,” tambahnya.

    Dia paham bila masyarakat menjadi panik karena ini adalah penyakit yang baru. Namun yang penting, semua masyarakat bisa terus mengingat bahwa angka kematian yang disebabkan oleh korona kecil.

    Tetap tenang dan jaga kebersihan dan kesehatan Anda. langkah-langkah yang perlu dilkukan masyarakat agar tidak terkena virus korona antara lain:

    - Tidak melakukan kontak dengan penderita.
    - Menghindari orang-orang yang diduga terpapar khsusunya warga negara yang baru datang dari negara-negara yang positif kasus virus korona.
    - Menggunakan masker (bagi yang sakit).
    - Rutin menjaga kebersihan terutama cuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer yang mengandung antiseptik.
    - Istirahat yang cukup.
    - Jaga makanan bergizi.
    - Olahraga yang rutin untuk menjaga daya tahan tubuh,





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id