Memilih Empeng yang Tepat untuk Bayi

    Anda Nurlaila - 20 September 2019 11:25 WIB
    Memilih Empeng yang Tepat untuk Bayi
    Ilustrasi--Pexels
    Jakarta: Saat bayi menangis dan sulit ditenangkan, empeng bisa menjadi cara paling cepat membuat bayi diam. Kendati begitu, penggunaan empeng perlu dibatasi agar tidak merugikan pertumbuhan si kecil.

    Dokter gigi anak merekomendasikan untuk membatasi penggunaan empeng saat anak berusia 2 tahun. Pada anak berusia empat tahun, penggunaannya harus dihentikan untuk menghindari masalah gigi.

    Sebelum memutuskan untuk memberi si kecil empeng, perhatikan beberapa hal berikut, seperti dimuat dalam Parents.

    Keamanan empeng

    Saat membeli empeng, ada beberapa pedoman keamanan yang perlu diketahui;

    Pilih empeng dengan model one-piece dengan ujung lembut.

    Pelindung empeng terbuat dari plastik kuat dengan lubang udara dan berukuran setidaknya 1 inci sehingga bayi tidak bisa menelannya.

    Beli empeng yang aman untuk mesin cuci piring dan sering bersihkan sampai usia bayi 6 bulan. Setelah usia ini cuci secara teratur dengan sabun dan air panas.

    Gunakan empeng yang sesuai usia bayi. Ada dua jenis empeng yakni untuk bayi usia 0-6 bulan dan 6 bulan ke atas. Pastikan membeli ukuran empeng yang sesuai.

    Untuk mencegah risiko bayi tercekik, jangan pernah mengikat empeng di tangan leher, atau pagar boks bayi Anda. Gunakan klip dot/empeng sebagai gantinya.

    Jangan sekali-kali menggunakan dot dan cincin sebagai ganti empeng. Dot dapat terlepas dan menimbulkan risiko bayi tersedak.

    Periksa empeng secara teratur dan ganti jika ada kerusakan atau karetnya sudah berubah warna atau sobek.

    Penggunaan Empeng

    Bayi dilahirkan dengan kebutuhan bawaan untuk menghisap, kata Richard Dowell, PhD, seorang neuropsikolog pediatrik. Bayi baru lahir mengandalkan "refleks mengisap" ini tidak hanya untuk makanan tetapi juga untuk menenangkan diri. Bayi cenderung mengisap jarinya, ibu jari, dot botol susu, empeng selain menyusu dari payudara ibu.

    "Jika seorang bayi perlu menyusu lebih dari setiap dua jam, dia menggunakan ibu sebagai empeng," kata dokter anak Karen Breach.

    Dalam kasus-kasus seperti itu, empeng dapat membantu memuaskan kebutuhan mengisap bayi sambil memberikan waktu istirahat yang dibutuhkan ibu.

    Pastikan menyusui sudah dilakukan dengan baik sebelum memperkenalkan dot. Dokter anak di Palo Alto Medical Foundation Kellen Glinderdi mengatakan, untuk bayi yang mengalami kesulitan belajar menyusui, menyusu dari botol susu dan mengempeng dapat mengajarkan kebiasaan buruk. "Empeng dapat Anda kenalkan ke bayi jika bayi sudah dapat menyusu dengan baik," terangnya.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id