Penyelenggaraan Kongres Jantung se-ASEAN (AFCC) di Indonesia

    Raka Lestari - 19 September 2019 23:36 WIB
    Penyelenggaraan Kongres Jantung se-ASEAN (AFCC) di Indonesia
    Dr. Antonia Anna Lukito, MD, PhD, FIHA, FAsCC, Chairperson of Organizing Committee dari penyelenggaraan AFCC. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
    Tangerang: ASEAN Federation of Cardiology Congress (AFCC) tahun ini melaksanakan kongres tahunan yang ke-24 kalinya. Acara ini diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang dan digelar selama empat hari mulai dari Kamis, 19 September 2019 sampai dengan Minggu, 22 Septemberi 2019.

    Dr. Antonia Anna Lukito, MD, PhD, FIHA, FAsCC, Chairperson of Organizing Committee menjelaskan, “AFCC itu pertama kali diadakan pada tahun 1975 dan Indonesia menjadi tuan rumah pertama kali, yang diadakan di Bali."

    "Awalnya acara ini diadakan setiap dua tahun sekali, namun karena banyaknya negara yang ingin menjadi tuan rumah maka diadakan setahun sekali,” ujar Antonia, di kawasan BSD City, Kamis, 19 September 2019.

    Ia mengatakan bahwa pada kesempatan yang keempat bagi Indonesia menjadi tuan rumah, ia ingin mengembalikan kejayaan Indonesia.

    “Kita ingin menunjukkan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang berkibar, yang memiliki audiens yang paling banyak dengan variasi topik yang banyak. Mulai dari basic, artinya menyentuh kebutuhan basic warga ASEAN sampai penanganan dan teknologi tercanggih.”

    “Kita ingin menyampaikan bahwa ASEAN sebenarnya memiliki perkumpulan dokter jantung yang sama majunya dengan negara-negara lain, level kita sudah sama. Tetapi memang karena kita negara yang sedang berkembang, maka masalah yang dihadapi pun sedikit kompleks dan berbeda dengan negara yang sudah berkembang,” ujar Dr. Antonia.

    Dalam acara ini juga ada berbagai macam penanganan jantung dengan menggunakan teknologi-teknologi mutakhir.

    “Misalnya, dahulu tindakan operasi katup jantung selalu bedah, sekarang sudah banyak alternatif tanpa bedah. Penggantian katup jantung tanpa bedah bisa dilakukan. Perkembangannya sudah banyak sekali, mulai dari irama jantung, penyakit jantung bawaan, rematik jantung, dan pembuluh darah yang pecah juga bisa dilakukan tanpa bedah. Dahulu selalu harus dilakukan dengan bedah,” ucap Dr. Antonia. 

    Penyelenggaraan Kongres Jantung se-ASEAN (AFCC) di Indonesia
    (ASEAN Federation of Cardiology Congress (AFCC) tahun ini melaksanakan kongres tahunan yang ke-24 kalinya. Penyelenggaraan ini adalah yang keempat bagi Indonesia menjadi tuan rumah. Foto: Dok. AFCC)

    Acara AFCC

    Selama empat hari sesi ilmiah, peserta akan merasakan sesi yang lebih interaktif, menampilkan pembaruan terbaru tentang praktik jantung akut, gagal jantung, pencegahan, hipertensi, sindrom kardiometabolik, pembedahan, dan ekokardiografi.
     
    Selain itu juga ada elektrofisiologi, penyakit pembuluh darah, pencitraan kardiovaskular, intervensi, kardiologi pediatrik dan berinteraksi dengan kolega dari seluruh dunia.   

    Dalam acara yang AFCC dibahas segala mengenai basic kesehatan jantung hingga yang paling canggih. Dr. Antonia menjelaskan acara AFCC membahas masalah kebutuhan kesehatan apa yang regional ASEAN belum teratasi dengan baik.

    "Kemarin kita baru pulang dari pertemuan jantung dunia (World Heart Federation/Federasi Jantung Sedunia) itu dibahas, bahwa target dunia dari WHF, itu pada tahun 2030 itu harus menurunkan penyakit kardiovaskular sebanyak 30 persen dari saat ini," terang Dr. Antonia saat berbincang dengan Medcom.id di BSD.

    "(Target) yang dulu itu 2025 itu 25 persen. 2030 naik jadi 30 persen. Dan utama yang berkontribusi terbesar untuk penyakit itu bukan negara yang berkembang. Tapi negara sedang berkembang seperti kita-kita ini, ASEAN semua. Jadi dunia mau menargetkan fokus ke ASEAN. ASEAN (diharapkan) dapat menurunkan karena nilainya memengaruhi dunia," pungkas Dr. Antonia.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id