Menkes: Masalah Gizi di Indonesia Masih Menjadi Perhatian

    Kumara Anggita - 30 Januari 2020 18:00 WIB
    Menkes: Masalah Gizi di Indonesia Masih Menjadi Perhatian
    Menteri Kesehatan Teawan Agus Putranto. (Foto: Kumara/Medcom.id)
    Jakarta: Dalam rangka memperingati hari gizi nasional beberapa waktu lalu, Kementrian Kesehatan mengajak masyarakat khususnya para milenial untuk lebih memerhatikan asupan gizi sehari-hari. Turut hadir pula Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang menyampaikan pesan mengenai stunting.

    Masalah gizi di Indonesia masih menjadi perhatian. Namun dia merasa banyak perubahan bisa terjadi berkat bantuan para ibu-ibu.

    “Kita terdiri dari negara kepulauan, kita harus lihat betapa banyak juga area kita yang namanya remote area, sulit terjangkau dan juga di sana kita melihat bahwa ada daerah daerah yang kita petakan itu memang membutuhkan penanganan khusus," ujar Menkes Terawan Agus Putranto.

    "Penanganan khusus itu dibantu oleh ibu-ibu penggerak PKK yang menjadi duta-duta kita. Tapi terutama yang hadir di sini kita lihat duta parenting dari Maluku. Begitu beliau sangat sangat tersentuh hatinya untuk ikut membantu mengentaskan angka stunting ini karena melihat dari keadaan sosial ekonomi yang menjadi dasar kenapa stuntingnya tinggi,” ujar dr. Terawan di Kementrian Kesehatan, beberapa waktu lalu.

    Ibu-ibu penggerak PKK berperan untuk memberikan edukasi tentang gizi. Menteri kesehatan berharap gerakan ini semakin meluas nantinya.

    “Perlunya edukasi-edukasi yang dilakukan oleh para ibu penggerak PKK khususnya yang hadir di sini ibu Ngurah sebagai duta parenting Maluku. Inginnya semua istri gubernur maupun istri Bupati, walikota akan menjadi duta-duta parenting yang betul-betul tersentuh hatinya untuk mengatasi permasalahan gizi,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Menkes Terawan juga menegaskan bahwa para remaja harus memiliki gizi yang baik, mengingat mereka adalah generasi penerus. Dia berharap agar sumber daya manusia semakin unggul dan Indonesia pun semakin maju pada 2045 nanti.

    “Yaitu pesan saya yang utama adalah untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul dan juga Indonesia maju di 2045, maka dimulai dari remaja sekarang ini harus dapat asupan gizi yang optimal. Dengan gizi yang optimal, akan mengangkat derajat remaja menjadi generasi milenial akan menyiapkan generasi sumber daya manusia yang unggul  di 2045,” katanya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id