Gejala Cacar Air dan Cara Penularannya

    Raka Lestari - 10 Agustus 2020 17:05 WIB
    Gejala Cacar Air dan Cara Penularannya
    Ilustrasi-Freepik
    Jakarta: Cacar air adalah penyakit yang menular dan biasanya menyebabkan ruam yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). Untuk mencegah terkena cacar air, sebaiknya melakukan vaksinasi.

    Namun meskipun sudah melakukan vaksin untuk cacar air, seseorang masih mungkin untuk bisa terkena cacar air.

    “Ruam dan gatal adalah ciri paling khas dari cacar air. Dan biasanya dokter sudah bisa mendiagnosis seseorang terkena cacar air melalui gejala tersebut,” kata Jeremy Fenton, MD, dokter kulit bersertifikat di Schweiger Dermatology Group di New York.

    Sekitar satu atau dua hari dari munculnya ruam tersebut, biasanya seseorang akan mengalami gejala lain sebagai berikut:

    -Lemas
    -Demam
    -Sakit kepala
    -Kehilangan selera makan

    Ruam karena cacar air tersebut biasanya akan mulai timbul sekitar 10 sampai 21 hari setelah Anda terekspos virus penyebab cacar air. Virus varicella-zoster (VZV) bertanggung jawab menyebabkan cacar air.

    Jika Anda belum pernah menderita cacar air, atau Anda belum pernah mendapatkan vaksin cacar air, dan Anda berada di dekat seseorang yang terinfeksi, maka Anda sangat berisiko terkena cacar air.

    Media penularan

    Virus ini sangat menular, menurut Dr Fenton, Anda bisa tertular cacar air melalui dua cara berikut ini:

    -Dengan menghirup droplets dari seseorang yang terinfeksi. Misalnya pada saat mereka bersin atau batuk.

    -Dengan menyentuh ruam seseorang yang terkena cacar air atau herpes zoster aktif.

    Anda dapat mencegah tertular virus ini dengan mendapatkan vaksin cacar air. Meskipun memang Anda masih mungkin bisa terkena cacar air setelah mendapatkan vaksinasi, tetapi biasanya kasus cacar air tersebut cenderung lebih ringan dan berlangsung lebih singkat.

    Ketika Anda sudah pernah terkena cacar air, sangat kecil kemungkinan Anda terkena cacar air lagi. Setelah infeksi primer, virus varicella-zoster akan menjadi tidak aktif di tubuh Anda. kemungkinan virus dapat aktif kembali di kemudian hari, tetapi tidak menyebabkan cacar air melainkan herpes zoster.

    Untungnya, ada vaksin khusus untuk herpes zoster dan dengan mendapatkan vaksinasi ini dapat mengurangi risiko Anda hingga 90 persen.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id