Gadget Sehat pada Remaja di Masa Pandemi

    Raka Lestari - 04 Juni 2020 18:17 WIB
    Gadget Sehat pada Remaja di Masa Pandemi
    Bagaimana seharusnya mengatur gadget pada anak remaja? Berikut ini kata Achsinfina H. Sinta, M.Psi, Konsultan Psikologi. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Selama masa pandemi covid-19, gadget merupakan salah satu hiburan yang paling banyak dipilih. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja pun menggunakan benda ini di masa pandemi.

    Mulai dari mengerjakan tugas sekolah sampai untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Akan tetapi, jika tidak dibatasi maka hal ini justru bisa menyebabkan kegunaan gadget yang tidak sehat.

    “Agar penggunaan gadget pada remaja tidak berlebihan di masa pandemi ini, penting untuk berdiskusi masalah jumlah waktu dan uang yang akan dikeluarkan untuk kebutuhan gadget seperti membeli pulsa dengan mereka,” ujar Achsinfina H. Sinta, M.Psi, Konsultan Psikologi, dalam acara Webinar Media Academy bertajuk "Gadget di tangan ABG" pada Kamis, 4 Juni 2020.

    Ia juga menegaskan bahwa masalah jumlah waktu (screen time) ini sangat penting karena akan berefek negatif jika gadget digunakan secara berlebihan. 

    “Screen time itu setiap anak kebutuhannya berbeda-beda, aturan di sekolah pun berbeda-beda, tentunya hal ini bisa disesuaikan. Namun memang beberapa hasil riset menyebutkan bahwa screen time ini paling lama dua jam,” ujar Sinta.

    “Namun pada kondisi sekarang, mungkin dua jam itu bisa diolah degan selektif diluar jam mereka belajar. Kemudian juga penting untuk mengajarkan remaja untuk belajar mengontrol keinginan saat inbox/DM yang masuk di media sosial mereka,” tambah Sinta.

    Dan yang tidak boleh terlupakan, menurut Sinta adalah dengan mematikan gadget sekitar 30 menit sampai 1 jam sebelum mereka tidur.

    “Kemudian juga bisa ajarkan gadget timeout pada remaja. Kapan diberlakukan gadget timeout? Misalnya pada saat makan malam remaja tidak boleh menggunakan gadget, atau misalnya pada saat family time tidak boleh menggunakan gadget,” ujar Sinta.

    Selain itu, Sinta juga menyarankan agar orang tua bisa memberlakukan gadget room di rumah. “Misalnya di ruang belajar atau di ruang kelarga tidak diperbolehkan membawa gadget. Dan yang terpenting adalah beri pemahaman pada remaja bahwa gadget bukanlah mainan, tetapi sebagai tool atau alat,” tutup Sinta.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id