Konsumsi Jeruk dapat Membakar Lemak di Tubuh, Mitos atau Fakta?

    Raka Lestari - 30 Juni 2020 18:05 WIB
    Konsumsi Jeruk dapat Membakar Lemak di Tubuh, Mitos atau Fakta?
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Jeruk merupakan salah satu buah yang kaya akan kandungan vitamin C. Seperti diketahui, vitamin C sangat baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

    Tapi banyak orang yang menganggap bahwa mengonsumsi jeruk, terutama jeruk nipis dapat membantu membakar lemak.

    “Mengonsumsi jeruk nipis untuk membakar lemak merupakan sebuah mitos. Tidak ada penelitian pada manusia yang menunjukkan bahwa jeruk nipis atau kandungan pada jeruk nipis dapat membantu membakar lemak,” ujar Ardy Brian Lazuardi, Master of Science in Nutrition and Health dari Wagening University, Belanda, dalam Webinar Series Health and Nutrition Tropicana Slim, Selasa, 30 Juni 2020.

    Menurut Ardy, ada beberapa diet yang menambahkan jeruk nipis dan dikonsumsi selama 14 hari. Bahkan bisa menurunkan berat badan.

    “Mungkin memang itu benar bisa menurunkan berat badan, tetapi itu karena makanan kita diganti dengan air jeruk nipis itu tadi. Sehingga bukan karena jeruknya, tetapi karena memang kalori yang diasup oleh tubuh berkurang,” tambah Ardy.  

    “Kalau ingin menurunkan berat badan, bukan dengan mengonsumsi jeruk nipis saja. Harus dikurangi konsumsi lemak, batasi juga asupan kalori harian. Dan jika ingin lebih efektif lagi dalam menurunkan berat badan, bisa ditambah lagi pembakaran kalori pada tubuh dengan berolahraga,” ujar Ardy.

    Menurut Ardy, konsumsi jeruk pada dasarnya diperbolehkan. Tetapi jika mengonsumsi jeruk hanya khusus untuk menurunkan berat badan itu hanyalah mitos. Ia juga menambahkan bahwa jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya pilih camilan yang sehat.

    “Ngemil sebenarnya bisa bermanfaat. Karena ketika ngemil, kita cenderung akan mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih sedikit pada saat makan. Ini karena lambung sudah terisi pada saat ngemil, sehingga makanan yang dikonsumsi akan lebih sedikit,” ujar Ardy.

    Namun Ardy menyarankan dalam memilih camilan sebaiknya pilih camilan yang tinggi serat, rendah gula, dan mengandung protein yang sehat.

    “Kalau kita ngemil keripik kentang jam 3 siang, itu kan kalorinya cukup tinggi bisa setara dengan satu bungkus nasi uduk. Lalu kemudian kita makan berat lagi setelah itu, tentunya kalori yang masuk akan terlalu banyak,” ujar Ardy.

    “Untuk itu, kalau ingin camilan tetapi bisa dapat bermanfaat maka dalam mengonsumsi camilan harus terkontrol. Pilih sayur dan buah untuk dijadikan camilan. Sebisa mungkin pilih camilan yang rendah lemak, rendah lemak, dan rendah gula, misalnya satu buah apel atau satu buah tomat. Jadi meskipun ngemil, tidak bikin gemuk,” tutup Ardy.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id