Seberapa Efektif Karantina Wilayah Mencegah Penyebaran Covid-19?

    Raka Lestari - 10 April 2020 08:04 WIB
    Seberapa Efektif Karantina Wilayah Mencegah Penyebaran Covid-19?
    Kebijakan karantina wilayah dinilai efektif menekan penyebaran virus korona.(ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Seiring dengan pertambahan kasus covid-19 di Indonesia setiap harinya, beberapa pihak menganjurkan agar Indonesia melakukan karantina wilayah di setiap daerah-daerah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih besar. Akan tetapi, seberapa besar kebijakan karantina wilayah untuk mencegah penyebaran covid-19? 

    “Berdasarkan survei dari studi yang kami lakukan, kebijakan karantina wilayah dinilai efektif menekan penyebaran virus korona. Dengan 44,4 persen responden menyatakan cakupan karantina meliputi kota atau kabupaten,” ujar Dicky C Pelupessy, PhD, dosen psikologi Ui sekaligus peneliti kebencanaan, dalam diskusi daring oleh ILUNI UI, Rabu, 8 April 2020. 

    Studi tersebut disebut dilakukan oleh Studi Sosial Covid-19, sebuah panel sosial kebencanaan kerjasama LIPI, BNPB, UI, UGM, ITB, Jurnalis Bencana dan Krisis Indonesia, STIS dan INSPIRE. Survei daring dilakukan kepada 4.823 responden sejak 29-31 maret 2020, dengan 78,8 persen responden berasal dari Pulau Jawa.

    Survei yang dilakukan Studi Sosial Covid-19 meliputi tiga aspek. Yakni keterbukaan informasi pasien positif Covid-19, mobilitas dan transportasi, serta perspektif masyarakat terhadap karantina wilayah.

    Menanggapi pertanyaan seputar efektivitas anjuran pemerintah sebanyak 47% responden menyatakan diam di rumah paling efektif dibandingkan jaga jarak dan perlindungan diri. Dicky juga menjelaskan, berdasarkan hasil survei, sebanyak 39,1% dari responden meyakini bahwa kebijakan yang tegas dari pemerintah dianggap bisa menekan laju penyebaran covid-19.

    ”Masyarakat siap informasinya dibuka, dan masyarakat melihat pentingnya penegakkan dan pendisiplinan mengikuti kebijakan,” ujar Dicky.

    Meskipun anjuran untuk diam di rumah dianggap paling efektif, desakan ekonomi yang tinggi menurut Dicky akan mendorong masyarakat untuk keluar rumah. 

    Ketua Policy Center ILUNI UI M. Jibriel Avessina pun mengajak masyarakat untuk melakukan solidaritas sosial, agar masyarakat yang rentan secara ekonomi dan kekuatan, tidak menjadi korban.

    Ke depannya, dalam menyikapi kemungkinan munculnya wabah serupa, Pemerintah diharapkan untuk mendorong inisiatif pranata kultur. ”Budaya baru yang muncul di masyarakat ini diharapkan bisa meningkatkan resiliensi masyarakat ke depan. Tidak harus bergantung pemerintah, tapi masyarakat bisa bergerak dengan komunitasnya masing-masing,” tutup Jibriel.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id