Gaya Hidup yang Perlu Diperhatikan Penderita Hepatitis

    Kumara Anggita - 31 Juli 2020 19:09 WIB
    Gaya Hidup yang Perlu Diperhatikan Penderita Hepatitis
    Berikut ini adalah gaya hidup penderita hepatitis. Dan sibak mitos yang tak benar tentang hepatitis. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Banyak orang bilang bahwa ketika sudah terkena penyakit hepatitis, orang harus mengubah gaya hidupnya. Kira-kira gaya hidup macam apa yang perlu diterapkan ya?

    Menurut Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) orang yang sudah memiliki penyakit Hepatitis perlu untuk menerapkan gaya hidup yang sehat seperti orang pada umumnya.

    “Gaya hidup sehat sama seprti yang selalu dianjurkan seperti olahraga, makan bergizi dan sebagainya. Tidak ada yang khusus untuk menjaga mereka yang sudah sakit,” ungkapnya dalam Temu Media Hari Hepatitis Sedunia. Baca juga Mengenal Sekilas tentang Hepatitis A hingga E.

    Sementara untuk mencegah hepatitis sendiri, Anda perlu mendapatkan vaksin dan faktor-faktor risiko seperti menghindari penggunaan obat-obatan, alkohol, perlemakan, parasit dan lain-lain. 

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menjelaskan bahwa vaksinasi telah menurunkan prevalensi Hepatitis B. Dan berikut ini adalah mitos terkait gaya hidup yang harus dimiliki Hepatitis.

    1. Larangan makanan

    Banyak orang bilang bahwa ketika sudah kena hepatitis, berbagai makanan harus dihindari. Dr. Irsan tidak setuju dengan ini. “Kalau sudah sakit hepatitis tidak ada larangan khusus, yang beredar justru banyak mitos," paparnya.

    "Katanya sudah hepatitis tidak bisa makan daging, tidak boleh makan berlemak, tidak boleh bersantan. Akhirnya pasien hepatitis itu menjadi kurus dan stres karena bingung mau makan apa. Jadi itu mitos,” jelasnya.

    2. Harus tidur cepat

    “Mitos yang lain adalah pasien hepatitis harus tidur jam 10 malam karena jam itu sampai jam berapa dianggap liver sedang berkerja dan semacamnya. Itu juga salah,” ujarnya.

    Pastikan Anda mencari informasi dan berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu, sebelum memercayai pesan-pesan terkait hepatitis agar Anda tidak salah jalan dan memperburuk kondisi sendiri.

    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id