Perlukah Terbuka ke Pasangan tentang Pengalaman Seks?

    Sunnaholomi Halakrispen - 02 Agustus 2020 18:00 WIB
    Perlukah Terbuka ke Pasangan tentang Pengalaman Seks?
    Setiap orang punya pengalaman dengan pasangan yang dulu. Lalu bagaimana kalau soal seks? Berikut jawaban psikolog. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Menjalin hubungan asmara dengan pasangan perlu keterbukaan. Namun, perlukah terbuka tentang pengalaman seks di masa lalu? Padahal sebenarnya kisah hubungan seksual di masa lalu merupakan privasi masing-masing orang. 

    "Jadi yang mau aku sampaikan juga adalah pertama, sebelum kita membuka topik itu dan menanyakan, pastikan kita siap juga untuk menerima jawabannya," ujar Psikolog Klinis dan Sexuality Educator Inez Kristanti, M.Psi., Psikolog, dalam Ngobras Medcom.id.

    Kemudian, pastikan juga bahwa pertanyaan tersebut ditanyakan karena ada satu tujuan yang memang baik untuk Anda dan pasangan Anda. Bukan sebaliknya, atau sekedar ingin tahu atau kepo.

    Sebab, kata Inez, terkadang yang terjadi adalah orang ingin kepo saja tentang apa yang terjadi dengan pacarnya di masa lalu. Dengan kata lain, sebelum Anda ada siapa dan bagaimana hubungan pacar Anda dengan pacarnya di masa lalu. 

    "Apakah kalau ditanya itu akan membantu hubungannya menjadi lebih hangat atau ada improvement di dalam hubungan? Enggak juga. Maka hati-hati juga. Ketika kita menanyakan, iya kalau misalnya jawaban itu sesuai dengan yang kia harapkan," paparnya.

    Apabila Anda menanyakan pengalaman seksual pacar Anda kemudian jawabannya tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, nanti Anda malah menjadi lebih insecure. Akan berisiko munculnya isu kepercayaan dengan pasangan.

    "Jadi batasannya manapun yang kalian tentukan sebelum menanyakan pertanyaannya itu pastikan kalian sudah tahu tujuan dari pembahasan itu apa. Pastikan juga tujuannya memang yang membawa dampak yang baik pada hubungan," jelasnya.

    "Tetapi ada satu hal terkait aspek seksualitas yang menurut aku perlu untuk dibicarakan, yaitu status kesehatan seksual masing-masing. Jadi mungkin kembali lagi, kalau terkait detailnya, aktivitas seksualnya, siap tidak untuk mendengar itu?" Tambahnya.

    Apabila Anda tidak siap dengan jawaban sang kekasih yang di luar ekspektasi Anda atau membuat Anda menjadi insecure, mungkin lebih baik tidak perlu menanyakannya. Maka, pikirkanlah dengan matang tentang tindakan apa yang tepat Anda lakukan.

    "Tetapi memang terkait kesehatan seksual kita masing-masing itu perlu banget, karena itu menyangkut kesehatan seksual pasangan kita juga nantinya. Kalau ada hal-hal atau kondisi kesehatan tertentu yang memang perlu diketahui dan mungkin bisa memberikan dampak positif ke pasangan atau ke keturunan kita, itu fair dong," pungkas Inez.


    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id