Terlalu Banyak Tidur Siang Pertanda Alzheimer?

    Sunnaholomi Halakrispen - 23 Agustus 2019 14:00 WIB
    Terlalu Banyak Tidur Siang Pertanda Alzheimer?
    Ilustrasi--(Foto: Thehealthsite)
    Kebiasaan tertidur lama pada siang hari bisa diartikan sebagai tanda Anda menderita penyakit alzheimer. Para ilmuwan juga menemukan bahwa kerusakan pada daerah otak yang terlibat dalam membuat orang terjaga di pagi hari disebabkan oleh protein tahu.


    Jakarta: Jika Anda sering tertidur di siang hari dalam jangka waktunya lama. Anda, patut waspada.

    Sebab, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan itu mungkin merupakan tanda peringatan dini bahwa Anda menderita penyakit alzheimer.

    Dilansir dari WebMD, area otak yang membuat Anda tetap terjaga di siang hari bisa merusak pada tahap awal penyakit perampasan memori. Itu lah sebabnya orang dengan alzheimer mungkin tidur siang terlalu lama sebelum mereka mulai bergumul dengan melupakan sejumlah hal-hal.

    Tidak hanya itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa kerusakan pada daerah otak yang terlibat dalam membuat orang terjaga di pagi hari disebabkan oleh protein tahu. Ini memberikan lebih banyak bukti bahwa tau mungkin memainkan peran yang lebih besar dalam alzheimer dari pada protein amiloid yang dipelajari lebih luas.
          
    "Pekerjaan kami menunjukkan bukti definitif bahwa area otak menurun karena akumulasi tau dari tahap paling awal penyakit ini, bukan protein amiloid," tutur  profesor neurologi dan patologi di Memory and Aging Center dan anggota Global Health Health Institute di University of California, San Francisco (UCSF), Dr. Lea Grinberg.
       
    Sementara itu, penelitian sebelumnya telah mengatakan bahwa tidur siang berlebihan disebabkan oleh kurang tidur akibat gangguan terkait alzheimer di daerah otak. Hal ini juga menyebabkan tidur atau masalah tidur itu sendiri berkontribusi terhadap perkembangan penyakit alzheimer.

    Para peneliti melakukan analisis terhadap otak 13 pasien alzheimer yang telah meninggal dan tujuh orang tanpa penyakit. Para peneliti menyimpulkan bahwa penyakit alzheimer menyerang daerah otak yang bertugas untuk membuat orang terjaga pada siang hari dan bahwa daerah ini lah termasuk yang pertama kali dirusak oleh penyakit tersebut.

    Temuan menunjukkan bahwa tidur siang yang berlebihan bisa berfungsi sebagai pertanda awal dari Alzheimer. Pada otak yang terkena Alzheimer, penumpukan tahu yang signifikan ditemukan di ketiga pusat peningkatan kesadaran yang diperiksa oleh para peneliti, dan wilayah tersebut telah kehilangan sebanyak 75 persen neuron mereka.

    "Ini luar biasa karena bukan hanya inti otak tunggal yang merosot, tetapi seluruh jaringan yang membangunkan kesadaran. Yang terpenting, ini berarti bahwa otak tidak memiliki cara untuk memberi kompensasi karena semua dari jenis sel yang terkait secara fungsional ini sedang dihancurkan pada saat yang sama," papar Jun Oh selaku rekan peneliti laboratorium Grinberg.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id