Mitos-mitos Seputar Menstruasi

    Raka Lestari - 10 Juli 2019 15:10 WIB
    Mitos-mitos Seputar Menstruasi
    Mitos-mitos mengenai menstruasi tersebut tidak selalu benar dan akurat. (Foto Ilustrasi: Unsplash)
    Terkadang kita mempercayai beberapa mitos seputar menstruasi. Baik itu tidak boleh berolahraga, maupun dilarang bercinta. Lantas apakah itu semua sepenuhnya benar, atau memang benar-benar tak ada nyatanya.
     
    Jakarta: Ada banyak mitos yang beredar mengenai siklus menstruasi yang ada di lingkungan sekitar. Tak sedikit orang memercayai mitos-mitos tersebut.

    Padahal faktanya adalah, mitos-mitos mengenai menstruasi tersebut tidak selalu benar dan akurat. Itulah mengapa penting sekali untuk mengecek apakah mitos tersebut benar atau tidak.

    Berikut ini adalah beberapa mitos kesehatan yang berkaitan dengan menstruasi, yang belum tentu benar adanya:

    1. Anda tidak boleh berolahraga selama menstruasi

    Banyak wanita yang merasa tidak bersemangat ketika sedang mengalami menstruasi. Hal ini tentu menjadi alasan mengapa wanita malas berolahraga ketika sedang menstruasi.

    Faktanya, semakin banyak Anda bergerak maka semakin banyak oksigen yang masuk ke dalam aliran darah. Sehingga menurut Dr Jessica Shepherd, seorang ob-gyn, upaya itu dapat mengurangi pelepasan prostaglandin, yang dapat membantu mengurangi kram.

    2. Menstruasi Anda akan berhenti saat berenang

    Pernahkah Anda mendengar mitos bahwa menstruasi Anda berhenti atau tidak mengalir jika Anda berenang atau mandi? Ternyata itu hanya sebuah mitos alias tak sepenuhnya benar.

    "Tekanan air yang berlawanan mungkin menghentikan aliran menstruasi memasuki air. Selain itu, jika Anda melayang atau berenang, kurangnya gravitasi dapat menghalangi aliran menstruasi keluar dari vagina," kata Shepherd. 

    3. Anda akan lebih sering BAB saat menstruasi

    Beberapa orang akan buang air besar lebih sering selama periode mereka, dan beberapa akan mengalami sembelit. Jika memang Anda sering buang air besar, itu juga ada alasannya.

    "Ketika hormon estrogen dan progesteron turun beberapa hari sebelum menstruasi dimulai, mereka digantikan oleh prostaglandin. Prostaglandin merupakan bahan kimia yang dilepaskan selama siklus Anda untuk memberikan rahim dan usus Anda peluang untuk berkontraksi, " kata Shepherd.

    4. Bercinta bisa memperpendek siklus menstruasi

    "Beberapa orang percaya berhubungan seks saat menstruasi dapat membuat siklus menstruasi Anda menjadi lebih pendek, karena rahim mendorong darah lebih cepat membuat siklus menstruasi lebih pendek," kata Dr Sherry A. Ross, OB/GYN, dan pakar kesehatan wanita.

    Namun pada kenyataannya, berhubungan seks selama menstruasi tidak akan berpengaruh pada panjang atau pendek siklus Anda. Itu tidak akan memotong menstruasi Anda, mempercepatnya, atau membuat menstruasi lebih ringan.

    Mengenal Gejala Fisik & Emosional Saat PMS


    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id