Studi: Rahim Bisa Memengaruhi Otak

Dhaifurrakhman Abas - 09 Januari 2019 11:43 wib
Rahim telah terbukti memengaruhi kemampuan kognitif manusia,
"Rahim telah terbukti memengaruhi kemampuan kognitif manusia," kata, Heather Bimonte-Nelson, profesor psikologi di Arizona State University. (Foto: Sahin Yesilyaprak/Unsplash.com)

Jakarta: Tentu siapapun tahu jika manusia berpikir menggunakan otak. Namun belakangan beberapa penelitian menunjukkan bahwa seluruh bagian tubuh berperan pada kemampuan berpikir.

Ambil misal sebuah studi yang dilakukan dua ilmuwan dari Arizona State University. Mereka meneliti hubungan antara rahim dengan kemampuan kognitif manusia.

"Ya, itu benar. Rahim telah terbukti memengaruhi kemampuan kognitif manusia," kata, Heather Bimonte-Nelson, profesor psikologi di Arizona State University, dikutip Bustle.

Nelson bilang hormon yang berasal dari sistem reproduksi dapat memengaruhi otak. Misalnya, saat perempuan mengalami kekurangan hormon estrogen maka dapat menurunkan kadar magnesium di otak.

"Yang pada gilirannya dapat menurunkan kadar serotonin dan menyebabkan perubahan suasana hati," ujarnya.

(Baca juga: Gaya Hidup Sehat Kurangi Risiko Demensia)


("Rahim telah terbukti memengaruhi kemampuan kognitif manusia," kata, Heather Bimonte-Nelson, profesor psikologi di Arizona State University, dikutip Bustle. Foto: Fineas Gavre/Unsplash.com)

Untuk lebih mendalami fungsi rahim pada kemampuan berpikir, Nelson dan rekannya Stephanie Koebele melakukan serangkaian uji coba pada tikus laboratorium. Hewan pengerat itu kemudian dibagi menjadi empat kelompok.

"Tikus-tikus kelompok pertama mendapatkan pengangkatan ovarium, sebagian lagi pengangkatan pada rahim dan sebagian kami biarkan normal. Sementara tikus kelompok terakhir mendapatkan pengangkatan ovarium dan rahim," ujarnya.

Enam minggu kemudian, hewan pengerat tadi diletakkan ke dalam labirin untuk menguji sistem navigasi pada otak tikus. Hewan ini juga diuji seberapa baik mereka dapat menemukan platform yang disediakan para peneliti di dalam labirin.

"Hasilnya, tikus yang hanya diangkat rahimnya mengalami masalah dengan pencarian platform di dalam labirin. Namun tidak ada tikus lain yang mengalami masalah ini, bahkan pada kelompok tikus yang mendapatkan pengangkatan ovarium dan rahim," ungkapnya.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa tiap kelompok tikus yang mendapatkan serangkaian operasi rahim memiliki kadar hormon yang berbeda dalam darah mereka. lebih sedikit ketimbang tikus yang tidak menjalani operasi sama sekali dan pengangkatan ovarium dan rahim.

"Menunjukkan bahwa pengangkatan rahim itu sendiri yang menyebabkan perbedaan-perbedaan ini," tandasnya.

Temuan ini dianggap menguatkan argumen penelitian sebelumnya yang pernah dituangkan ke dalam jurnal Neurodegenerative Diseases. "Saya harap penelitian ini menginspirasi orang lain untuk tertarik memelajari kompleksitas kesehatan perempuan berdasarkan usia mereka," tandasnya.




(TIN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.