Overwork yang Dapat Menyebabkan Kematian

    Raka Lestari - 12 Mei 2019 21:02 WIB
    <i>Overwork</i> yang Dapat Menyebabkan Kematian
    Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Foto: MI/Susanto)
    Dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan dari 15 provinsi, ditemukan kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan penyebab kematian petugas pemilu di 15 provinsi. 

     
    Jakarta:
    Overwork Death adalah istilah resmi yang digunakan oleh Medical Subject Heading (MeSH). MeSH sejak 1980 juga menggunakan istilah Karoshi-Death, terminologi yang berasal dari Bahasa Jepang untuk menyebutkan Kasus Kematian akibat Kelelahan Kerja. 

    Salah satu kasus yang saat ini cukup menjadi perhatian adalah banyaknya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada pemilu lalu yang meninggal dunia. Banyak juga hoaks yang tidak dapat dipertanggung jawabkan soal meninggalnya KPPS ini yang dikaitkan dengan pendukung salah satu pihak.

    Yang jelas, seperti keterangan yang diberitakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui siaran persnya dengan judul "Begini Hasil Investigasi Meninggalnya Petugas Pemilu dari 4 Provinsi," dan "Kemenkes Temukan 13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas Pemilu di 15 Provinsi," dalam laman resmi Kemenkes, Sehatnegeriku.kemkes.go.id menyebutkan ada berbagai penyakit yang menimpa anggota KPPS tersebut hingga menyebabkan meninggal dunia. 
     
    Dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan dari 15 provinsi ditemukan kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan. 

    13 penyakit tersebut antara lain:

    1. Infarct myocard
    2. Gagal jantung
    3. Koma hepatikum
    4. Stroke
    5. Respiratory failure
    6. Hipertensi emergency
    7. Meningitis
    8. Sepsis
    9. Asma
    10. Diabetes melitus
    11. Gagal ginjal
    12. TBC
    13. Kegagalan multi organ. 

    Dalam laman Kemenkes tersebut juga disebutkan kebanyakan usia korban meninggal di kisaran 50-59 tahun.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI drg. Oscar Primadi mengatakan banyaknya petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal adalah kondisi yang tidak diharapkan. Drg. Oscar meminta kepada masyarakat agar tetap tenang tidak termakan informasi spekulatif. 

    <i>Overwork</i> yang Dapat Menyebabkan Kematian
    (Ke depannya, menurut Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi, petugas pemilu yang dipekerjakan diupayakan mempunyai kondisi kesehatan yang baik, lingkungan pekerjaan yang sehat, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Beberapa kondisi serius yang mengakibatkan kematian

    Dr. Tifauzia Tyassuma, seorang dokter, dosen, peneliti nutrisi kardio metabolik, dan penulis buku "Body Revolution" mengatakan, "Secara medis, kematian oleh kerja berlebihan dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan serius yang mengakibatkan kematian, yaitu gagal jantung akut dan perdarahan subaraknoid."

    "Pekerja mungkin tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda masalah jantung atau otak yang jelas, tetapi dapat terlihat dengan depresi atau sindrom kelelahan," tambahnya lagi. 

    "Penjelasan ilmiah mengapa bisa terjadi kematian akibat kelelahan adalah pada kondisi kerja dengan durasi terlalu panjang dengan tidur sangat sedikit, banjir hormon kortisol akibat lelah dan stres berkepanjangan," papar dr. Tifauzia Tyassuma.

    "Otot jantung menegang, pembuluh darah vasokonstriksi terus-menerus, kondisi malnutrisi karena pembongkaran lemak dan protein otot mengakibatkan banjirnya keton bodies dan asam urat dalam jumlah banyak secara terus-menerus, kemungkinan juga dehidrasi," jelas dr. Tifauzia lagi. 

    Atau dalam arti lain, terjadi pembentukan sumbatan dalam pembuluh darah secara cepat dan hambatan dalam penghancuran sumbatan tersebut. 

    Sumbatan yang terjadi di jantung dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di jantung dan retaknya otot jantung (infark myocard). Jika sumbatan terjadi di otak maka dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke). 

    "Itulah yang menyebabkan terjadinya kematian akibat kelelahan," jelas dr. Tifauzia. 

    Dr. Tifauzia juga mengatakan bahwa stresor yang berhubungan dengan pekerjaan adalah penyebab potensial penyakit kardiovaskular (CVD) dan stroke. 

    Untuk mencegah hal tersbut, bisa dilakukan dengan melakukan tes trombosis global (GTT). 

    Tes tersebut digunakan untuk mengevaluasi reaksi trombotik dan trombolisis berikutnya. "GTT adalah alat yang baik untuk mengevaluasi tingkat kelelahan." 

    Ke depannya, menurut Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi, petugas pemilu yang dipekerjakan diupayakan mempunyai kondisi kesehatan yang baik, lingkungan pekerjaan yang sehat, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok.

    Selain itu ruangan yang cukup luas, dan ritme kerja dan jam kerja di atur dengan baik, serta memberikan porsi istirahat yang cukup.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id