• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 diet  

Ketahui Dampak Buruk Diet Tinggi Protein dan Rendah Karbohidrat

Raka Lestari - 11 Oktober 2018 12:40 wib
(Foto: Dlife)
(Foto: Dlife)

Jakarta: Berbagai macam diet memiliki keunggulan masing-masing. Saat ini, diet tinggi protein paling banyak peminatnya. Atkins Diet atau The Dukan Diet atau The Protein Power Diet adalah contoh dari beberapa diet protein tinggi yang sangat populer.

Namun, bukan berarti tanpa risiko karena umunya diet ini mengurangi asupan karbohidrat. 

Penelitian yang dipublikasikan Lancet Public Health menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan risiko kematian. 

Selain itu, ada beberapa risiko kesehatan yang terkait dengan diet protein tinggi karena diet yang ideal adalah yang harus menjaga keseimbangan yang baik antara karbohidrat, protein dan nutrisi lainnya. Bagaimanapun, baik karbohidrat dan protein memiliki peran tersendiri bagi tubuh.

Dikutip dari The Health Site, pembatasan karbohidrat dapat menyebabkan konstipasi, kekurangan vitamin B dan E, Irited Bowel Syndrome (IBS) dan bahkan kanker usus besar.

Biasanya diet protein tinggi menyarankan seseorang untuk makan lebih banyak daging, ayam dan telur yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol, yang pada gilirannya juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ internal.

Menurut Dr Deepak Chaturvedi, dari AMAAYA Antiageing & Wellness Clinic menjelaskan bahwa diet protein tinggi juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, dan hyperacidity. 

Gagal ginjal juga umum terjadi pada orang-orang yang mengikuti diet semacam ini. Diet protein tinggi juga dapat menyebabkan masalah pada kesehatan seksual Anda dan menurunkan libido. Diet tinggi protein akan menyebabkan tubuh Anda untuk memproses lebih banyak kalsium.

Ini berarti bahwa tubuh Anda dapat kekurangan kalsium yang memperkuat tulang yang pada akhirnya dapat menyebabkan osteoporosis.


(DEV)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.