Gejala dan Penanganan Pneumonitis Hipersensitif

    Sunnaholomi Halakrispen - 05 Januari 2020 11:38 WIB
    Gejala dan Penanganan Pneumonitis Hipersensitif
    Ada tiga jenis penyakit pneumonitis hipersensitif disesuaikan dengan jenis yang diderita. Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Gejala penyakit pneumonitis hipersensitif disesuaikan dengan jenis yang diderita. Ada tiga jenis pada penyakit ini, yakni pneumonitis hipersensitif akut, subakut, dan kronis.

    Pada pneumonitis hipersensitif akut, tipe ini singkat dan berat. Rasanya seperti Anda terserang flu dan itu terjadi setelah Anda berada di tempat yang terdapat banyak debu. 

    Gejala Anda akan membaik dalam beberapa hari jika Anda tidak menghirup debu lagi, tetapi mungkin akan kambuh jika Anda kembali menghirup debu.

    Gejalanya meliputi batuk, sesak napas, perasaan kencang di dada Anda, demam, panas dingin, berkeringat, kelelahan. Biasanya, gejala-gejala ini terjadi selama 12 jam hingga beberapa hari.

    Pneumonitis hipersensitif subakut

    Dilandir dari WebMD, pada pneumonitis hipersensitif subakut, bisa terjadi ketika Anda memiliki kontak tingkat rendah dengan debu dari waktu ke waktu. Bisa mulai dengan demam.

    Kemudian, sesak napas, kelelahan, dan batuk yang terjadi mulai dari beberapa minggu atau bahkan bulanan. Jenis pneumonitis hipersensitif ini cenderung memburuk seiring berjalannya waktu.

    Gejala dan Penanganan Pneumonitis Hipersensitif
    (Pastikan untuk pergi ke dokter spesialis paru. Sehingga, Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat untuk gejala apa pun, seperti kelelahan atau masalah pernapasan. Foto: Ilustrasi. Pexels.com)

    Pneumonitis hipersensitif kronis

    Sedangkan, pneumonitis hipersensitif kronis merupakan bentuk yang tahan lama. Kondisi ini terjadi setelah kontak dengan debu dalam waktu yang rendah tetapi lama. 

    Anda bisa mendapatkan gejala-gejala seperti sesak napas, kelelahan, batuk, dan penurunan berat badan yang perlahan semakin memburuk. Jenis pneumonitis hipersensitif ini dapat menyebabkan jaringan parut di organ paru-paru menjadi permanen.

    Sementara itu, penanganan atau pengobatan untuk penyakit ini utamanya menghindari debu. Sebab, partikel kuman itu menyebabkan pneumonitis hipersensitif.

    Rehabilitasi

    Anda juga bisa pergi ke rehabilitasi paru di rumah sakit sekitar Anda. Tersedia program yang membantu orang dengan masalah pernapasan untuk selanjutnya meningkatkan kesehatan. 

    Jika Anda mengalami banyak kesulitan bernapas, Anda akan perlu mendapatkan oksigen ekstra melalui masker atau tabung oksigen. Beberapa orang membutuhkan oksigen setiap saat, sementara yang lain hanya membutuhkannya ketika mereka berolahraga atau tidur.

    Bagi beberapa orang yang memiliki banyak jaringan parut di paru-parunya, transplantasi paru-paru merupakan pilihan terbaik. Namun, ketika mengidap pneumonitis hipersensitif, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menjadi sehat.

    Pertama, pastikan untuk pergi ke dokter spesialis paru. Sehingga, Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat untuk gejala apa pun, seperti kelelahan atau masalah pernapasan. 

    Lalu, dapatkan semua vaksin yang Anda butuhkan. Terutama vaksin flu, untuk menghindari infeksi yang dapat melukai paru-paru Anda.

    Jangan lupa berolahraga. Akan tetapi, sebelumnya bicarakan dengan dokter Anda tentang kegiatan olahraga mana saja yang tepat untuk Anda dan apa saja kegiatan yang harus Anda hindari.

    Kemudian, berhentilah menjadi prokok aktif maupun perokok pasif. Sebab, merokok dan menghirup asap rokok sangat berisiko membuat penyakit lebih buruk, terutama pada pneumonitis hipersensitif tipe kronis.

    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id