Krisis Gangguan Jiwa dalam Masa Pandemi

    Kumara Anggita - 14 Mei 2020 22:00 WIB
    Krisis Gangguan Jiwa dalam Masa Pandemi
    Dalam masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini terdapat masalah lain selain fisik, yaitu kesehatan jiwa. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Dalam masa pandemi covid-19 ini yang terancam tak hanya kesehatan fisik saja, namun juga kesehatan jiwa. Ini karena kondisi yang sedang kita alami berkaitan dengan segala aspek kehidupan yang bisa memengaruhi aspek psikologis kita.

    Dr. Seger Handoyo, Psikolog dan Ketua HIMPSI menjelaskan bahwa masa-masa ini akan banyak timbul masalah terkait finansial, hubungan, personal dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kondisi psikologis Anda bisa terguncang.

    “Persoalan keselamatan jiwa tidak langsung disebabkan oleh penyebaran virus namun disebabkan masyarakat harus kerja dari rumah, sekolah dari rumah, tidak dapat bepergian secara bebas,” jelasnya dalam video BNPB, Kamis, 14 Mei 2020.

    “Persoalan ekonomi karena penurunan pendapatan, pemutusan hubungan kerja, kesulitan berusaha dan sebagainya,” tambahnya. “Ini dapat membuat orang mengalami masalah kejiwaan,” lanjutnya.

    Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa jadi memiliki masalah kejiwaan seperti stres, cemas, takut. 

    Menurutnya hal ini biasa orang sebut dengan luka batin yang tidak terlalu mengganggu namun bila dibiarkan masalah jiwa bisa bergeser menjadi gangguan jiwa yang bisa membuat seseorang jadi tidak bisa berfungsi sehari-hari.

    Krisis gangguan jiwa

    Tentunya hal ini tak diinginkan. Bila banyak orang dalam masa covid-19 ini terus berkutat pada masalah jiwanya dan tak mendapatkan jalan keluar, nantinya mereka bisa jadi memiliki gangguan jiwa.

    “Diperlukan Perda Nasional yang terpadu untuk mencegah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia dalam masa pandemi ini. Apabila banyak orang yang kehilangan pekerjaan, tak terbantu, kesulitan mendapatkan penghasilan, tak terbantu, punya pendapatan tapi harus terus berada di rumah, penyebaran virus terus berlanjut dalam waktu lama maka mungkin kenaikan ODGJ yang besar dapat terjadi,” ujarnya.

    “Artinya bisa timbul krisis baru yaitu krisis kesehatan jiwa. Kita harus bekerja keras agar krisis itu tidak terjadi,” tambahnya.

    Oleh karena itu, kecemasan, ketakutan, dan stres Anda dari level kecil pun harus segera ditangani. Dan untungnya saat ini pemerintah telah memberikan bantuan konseling untuk masyarakat yang membutuhkan.

    “Bantuan terhadap ODMK atau yang mengalami luka batin harus diberikan secara Nasional untuk menjaga ketahanan kesehatan mental bangsa,” ungkapnya. 

    “Pemerintah telah merespons persoalan tersebut dengan membuat layanan psikologi untuk sehat jiwa bernama Layanan Sejiwa,” jelasnya.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id