Tips Pertolongan Pertama Serangan Jantung

    Raka Lestari - 18 Februari 2020 18:17 WIB
    Tips Pertolongan Pertama Serangan Jantung
    Serangan jantung disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otot jantung. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Jika di sekitar Anda terdapat seseorang yang menunjukkan gejala-gejala serangan jantung, dengan melakukan pertolongan pertama yang tepat sangatlah berguna untuk menyelamatkan nyawa mereka.

    Menurut Centers for Disease Control dan Prevention (CDC), serangan jantung disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otot jantung (biasanya dikarenakan gumpalan di pembuluh darah koroner).

    Dan jika Anda menduga bahwa seseorang mengalami serangan jantung, usahakan untuk meminta bantuan. Menurut CDC, semakin lama Anda menunggu semakin kompleks juga kerusakan yang terjadi pada otot jantung.

    Seperti dilansir thehealthy, menurut American Heart Associaton, beberapa gejala serangan jantung diantaranya adalah:

    - Tiba-tiba pusing atau bahkan pingsan
    - Nyeri dada yang parah (persisten dan tidak terpola, rasa sakit yang menyebar dari rahang dan  turun ke kedua tangan) yang tidak mereda sekalipun pasien beristirahat
    - Ketidaknyamanan di bagian atas perut (mungkin terasa seperti gangguan pencernaan parah)
    - Sesak napas (pasien mungkin terengah-engah)
    - Ketakutan
    - Kulit pucat, abu-abu, lembab, atau berkeringat
    - Denyut nadi cepat, lemah, dan tidak teratur

    Sementara itu, seperti dilansir dari Reader’s Digest, berikut ini adalah pertolongan pertama yang bisa dilakukan

    Pertolongan pada pasien yang masih dalam kondisi sadar

    Buatlah pasien yang sedang mengalami serangan jantung merasa senyaman mungkin. Posisikan mereka dalam kondisi setengah duduk, dengan kepala dan bahu ditopang dengan baik dan lutut ditekuk untuk meredakan ketegangan pada jantung. Kendurkan pakaian di bagian leher, dada, dan pinggang.

    Panggil nomor darurat atau meminta bantuan orang lain. Usahakan di sekitar pasien tidak terdapat kerumunan.

    Berikan obat untuk mengatasi angina. Jika pasien memiliki obat untuk angina, bantu dia meminumnya. Tetap tenang dan bantu mereka untuk beristirahat.

    Berikan aspirin. Jika pasien sadar sepenuhnya, berikan tablet aspirin dosis penuh (300 mg). Katakan padanya untuk mengunyahnya perlahan sehingga larut dan terserap ke dalam aliran darah lebih cepat. Aspirin membantu memecah gumpalan darah, meminimalkan kerusakan otot selama serangan jantung.

    Pantau pasien. Secara teratur periksa dan catat kesadaran, pernapasan, dan denyut nadi pasien.

    Pertolongan pada pasien yang sudah dalam kondisi tidak sadar

    Hubungi nomor darurat. Ini selalu menjadi hal pertama yang harus dilakukan jika Anda membantu seseorang yang sudah dalam kondisi tidak sadar.

    Buka jalan napas. Periksa pernapasan dan bersiaplah untuk memulai CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation.

    Minta seseorang untuk membawa AED (automated external defibrillator), jika memungkinkan ketika ada pasien di sekitar Anda. AED memberikan kejutan untuk memperbaiki irama jantung abnormal yang disebut fibrilasi ventrikel, yang merupakan penyebab beberapa serangan jantung.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id