Kesalahan-kesalahan saat Memilih Produk Sunscreen

    Sunnaholomi Halakrispen - 22 Juni 2020 05:59 WIB
    Kesalahan-kesalahan saat Memilih Produk <i>Sunscreen</i>
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Sunscreen atau tabir surya merupakan salah satu produk kecantikan yang penting bagi kesehatan kulit. Namun, saat memilih produk sunscreen, ada sejumlah kesalahan yang dilakukan orang tanpa disadari.

    Salah satunya, ketika menganggap bahwa menerapkan SPF tinggi, berarti Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari. Berikut penjelasannya dikutip dari The Healthy:

    1. Pemilihan SPF Tinggi

    Jika Anda melapisi kulit tubuh dengan SPF 75 atau 80, Anda dapat dengan aman tinggal di bawah sinar matahari lebih lama. Mungkin itu tertanam dalam pemahaman Anda, namun kebenarannya tidak demikian.

    "Beberapa ahli percaya bahwa angka yang lebih tinggi, seperti SPF 75, 90, dan 100, memberi orang rasa aman yang salah," ujar Ahli Dermatologi Connecticut Mona Gohara, MD.

    Satu studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer menemukan bahwa orang yang menggunakan SPF 30 menghabiskan hingga 25 persen lebih lama di bawah sinar matahari, daripada mereka yang mengolesi sunscreen SPF 10. Dalam artian, risiko terbakar matahari yang lebih besar serta kerusakan kulit yang tidak dapat Anda lakukan.

    Sebaiknya, tetap gunakan SPF 30 dan aplikasikan kembali setidaknya setiap dua jam, atau lebih sering jika Anda berada di dalam air. Yayasan Kanker Kulit juga merekomendasikan minimum SPF 30, yang menghalangi 97 persen sinar UVB, dan maksimum SPF 50, yang menghalangi 98 persen sinar UVB matahari.

    "Ketika SPF Anda semakin tinggi, itu tidak benar-benar perbedaan secara praktis," tutur David M. Pariser, MD, Mantan Presiden American Academy of Dermatology kepada New York Times.

    2. Hanya memilih produk semprotan

    Semprotan tabir surya mungkin tampak nyaman, tetapi potensi risiko kesehatannya masih belum diselidiki sepenuhnya. Para ahli keselamatan di Consumer Reports prihatin tentang efek menghirup bahan semprotan secara tidak sengaja, terutama pada anak-anak.

    Mereka merekomendasikan pemakainya menyemprotkan tabir surya ke tangan Anda terlebih dahulu, lalu digosokkan ke tubuh Anda. Terlebih lagi, sulit untuk menerapkan semprotan tabir surya secara merata ketika anginnya berhembus, yang biasanya terjadi di pantai.

    3. Memilih sunscreen ukuran kecil

    Anda memilih sunscreen berukuran kecil karena menganggap bahwa tabir surya hanya layak digunakan pada pagi hari. Meskipun memakai tabir surya terus-menerus adalah hal yang tidak perlu dilakukan saat berada di pantai, Anda tidak hanya terpapar sinar ultraviolet saat berjemur. Maka Anda membutuhkan ukuran yang besar.

    Dermatologis merekomendasikan pengolesan kembali tabir surya setiap dua jam, setiap hari. Jika Anda memakai tabir surya sebelum Anda pergi bekerja dan tidak menggunakannya kembali, Anda tidak sepenuhnya terlindungi ketika Anda pergi ke luar saat makan siang atau pulang setelah bekerja.

    "Jika Anda bekerja di kantor dengan jendela, terutama jika Anda memiliki kantor sudut, jendela menyaring sinar UVB. Sehingga Anda tidak akan terbakar, tetapi Anda masih mendapatkan sinar UVA yang meningkatkan risiko kanker kulit, penuaan dini, kerutan, bintik-bintik cokelat, dan kulit kendur," papar Arielle NB Kauvar, MD, dokter kulit bersertifikat di New York dan juru bicara Skin Cancer Foundation.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id