Video Game Tak Selalu Negatif bagi Anak-anak

    Anggi Tondi Martaon - 09 Januari 2019 11:55 WIB
    Video Game Tak Selalu Negatif bagi Anak-anak
    Video game tak selalu buruk. Simak hasil studi dari American Psychological Association dalam jurnal American Psychologist. (Foto: Glenn Carstens-Peters/Unsplash.com)
    Jakarta: Industri game belakangan bertumbuh cukup pesat. Jika dulunya dianggap kegaiatan sia-sia, sekarang justru menjadi profesi, baik itu sebagai pro player atau konten kreator.

    Hal di atas tampaknya tidak berlaku bagi anak-anak.  Sebab, tak sedikit penelitian menyebutkan video game tidak baik bagi perkembangan psikologis dan fisik anak-anak.
    Namun, berdasarkan ulasan penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association dalam jurnal American Psychologist, tampaknya bermain video game memiliki manfaat bagi anak-anak.

    Bahkan permainan yang bertemakan penembakan dengan kekerasan dapat meningkatkan kesehatan, keterampilan sosial, dan kemampuan belajar anak.

    Dikutip dari Askdrmanny, penulis utama studi dari Isabela Granic, PhD mengatakan, hasil penelitian tidak serta merta mengabaikan efek negatif dari video game.

    Menurutnya, hasil penelitian tersebut bisa menjadi landasan agar ada cara yang lebih objektif untuk melihat pengaruh video game pada anak-anak.

    Lebih jauh, Granic menjelaskan bahwa dalam permainan akan meningkatkan beberapa kemampuan, yaitu navigasi spasial, persepsi, logika, dan memori.

    "Bertentangan dengan anggapan luas yang dibuat oleh video game untuk fungsi kognitif yang malas," kata Granic.

    Video Game Tak Selalu Negatif bagi Anak-anak
    (Berdasarkan ulasan penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association dalam jurnal American Psychologist, tampaknya bermain video game memiliki manfaat bagi anak-anak. Bahkan permainan yang bertemakan penembakan dengan kekerasan dapat meningkatkan kesehatan, keterampilan sosial, dan kemampuan belajar anak. Foto: Jetshoots/Unsplash.com)

    (Baca juga: Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental)

    Permainan bergenre aksi, seperti perang disebut membuat anak berpikir tiga dimensi. Kemampuan spasial tersebut nantinya akan berguna dalam memelajari sains, teknik, teknologi, dan matematika.

    Sementara role-playing games meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah, bahkan pada orang dewasa. "Penelitian lebih lanjut menetapkan bahwa video game apa pun meningkatkan kreativitas," lanjut dia.

    Tidak hanya itu, game sederhana seperti Angry Birds juga memiliki manfaat terhadap anak-anak yaitu dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan mood pemain. Kegagalan menyelesaikan misi disebut dapat membangun fleksibilitas dan ketahanan emosional pada anak-anak.

    Selain itu, Granic menyebutkan bahwa hasil penelitian yang dilakukannya sebagai bentuk pembenaran dari efek negatif video game.

    Namun, sebagai upaya mendorong pandangan yang lebih seimbang, serta pengembangan metode integrasi antara permainan video dalam perawatan kesehatan mental dan terapi.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id