Tingkatkan Peluang Kehamilan dengan Mengenali Siklus Ovulasi

    Anda Nurlaila - 01 Februari 2020 17:07 WIB
    Tingkatkan Peluang Kehamilan dengan Mengenali Siklus Ovulasi
    Wanita paling mungkin hamil pada hari ovulasi dan lima hari sebelumnya. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Bagi pasangan yang ingin memperoleh keturunan, sangat penting untuk memahami siklus ovulasi. Dengan mengetahui bagaimana dan kapan waktu ovulasi, Anda dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

    Seperti dimuat dalam Parents, ovulasi terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur yang matang, dan bergerak turun ke saluran tuba untuk menunggu pembuahan. Wanita paling mungkin hamil pada hari ovulasi dan lima hari sebelumnya.

    Apa itu Ovulasi?

    Setiap bulan, tubuh mempersiapkan kemungkinan Anda bisa hamil dengan memicu hormon follicle-stimulating hormone (FSH). Hormon FSH ini menyebabkan sel telur matang di folikel individual di ovarium. Setiap folikel menghasilkan hormon lain yang disebut estrogen, yang harus mencapai tingkat tertentu agar terjadi ovulasi.

    Biasanya pada hari ke 12 hingga 18 setelah siklus menstruasi hormon estrogen mencukupi sehingga memicu pelepasan hormon ketiga yang disebut hormon luteinizing (LH).

    Obgin Staci Pollack mengatakan, LH terdeteksi dalam urin melalui alat yang dijual bebas di apotek. "Hormon LH melonjak 24-36 jam sebelum ovulasi dan menyebabkan sel telur Anda lepas dari folikel yang paling matang. Pelepasan sel telur dikenal sebagai ovulasi," katanya.

    Setelah dilepaskan dari ovarium, sel telur yang matang akan memasuki saluran tuba. sel telur akan tinggal di saluran reproduksi selama sekitar 12-24 jam. Perlu kehadiran sel sperma agar pembuahan dapat berlangsung. 

    Apa yang Terjadi Setelah Ovulasi?

    Setelah ovulasi, folikel yang baru kosong disebut corpus luteum memproduksi hormon progesteron untuk mencegah tubuh melepaskan lebih banyak sel telur selama siklus.

    Jika telur tidak dibuahi: sel telur akan hancur setelah sekitar 12 hingga 24 jam dan diserap kembali ke dalam tubuh. Atau dikeluarkan bersama aliran menstruasi. Fungsi corpus luteum sekitar 12 hingga 16 hari, setelah kadar progesteron turun, Anda mengalami menstruasi, dan siklus dimulai lagi.

    Jika telur dibuahi: sel telur yang telah dibuahi akan melalui tabung tuba ke rahim dalam seminggu ke depan.  Di rahim sel yang telah dibuahi akan menempel pada dinding rahim dan memulai proses luar biasa berkembang menjadi bayi. Tingkat progesteron tubuh tetap meningkat, itulah sebabnya Anda tidak mengalami menstruasi.

    Waktu Paling Subur 

    Peluang wanita untuk hamil paling tinggi terjadi pada hari ovulasi, serta 24 jam sebelumnya. Dokter kandungan dan spesialisasi dalam endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Kaiser Permanente di Hawaii Jingwe mengatakan sperma dapat bertahan hingga lima hari dalam saluran reproduksi. "Seorang wanita dapat hamil dengan berhubungan seks tanpa kontrasepsi hingga lima hari sebelum ovulasi," katanya.

    Kapan Ovulasi Terjadi?

    Seperti siklus menstruasi, waktu ovulasi di antara wanita berbeda. Tapi sebagai patokan ovulasi kemungkinan terjadi 14 hari sebelum dimulainya periode menstrusi berikutnya. 

    Anda perlu mengetahui siklus menstruasi terpanjang dan menguranginya dengan 14 hari. Contoh, jika memiliki siklus 28 hari secara teratur,  kemungkinan ovulasi terjadi pada hari ke-14 dalam siklus Anda. Namun jika siklus Anda selama 30 hari, ovulasi mungkin akan terjadi sekitar hari ke-16.

    Wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur, ovulasi mungkin mulai pada hari ke-11 hingga ke-21 dalam siklus. Alat prediksi kesuburan atau kunjungan ke dokter dapat membantu tes kesuburan tingkat lanjut. Dokter akan melakukan tes kadar progesteron dalam darah atau memonitor ovulasi dengan USG panggul.

    Tanda-tanda Ovulasi 

    Sekitar seperlima wanita mengalami sakit perut di bagian bawah, yang dikenal sebagai mittelschmerz, ketika ovulasi terjadi. “Sifatnya bisa kram, atau bahkan nyeri tajam, dan dapat berlangsung dari beberapa menit hingga dua hari,” kata dokter spesialis obgin di Houston Methodist dan Houston IVF Rashmi Kudesia. 

    Kelembutan atau ketidaknyamanan payudara juga sering terjadi saat ovulasi. Sebagian besar wanita memiliki keputihan bening dan agak elastis pada hari-hari menjelang ovulasi. Anda bisa merentangkannya di antara dua jari. 

    Cara lain yang lebih praktis mengetahui waktu ovulasi adalah menggunakan alat prediksi ovulasi (OPK) yang mendeteksi lonjakan LH yang mendahului pelepasan sel telur. Mencatat suhu tubuh basal (BBT) juga dapat digunakan untuk menandai waktu ovulasi.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id