Remaja Lebih Mudah Tularkan Covid-19?

    Sunnaholomi Halakrispen - 02 Agustus 2020 11:00 WIB
    Remaja Lebih Mudah Tularkan Covid-19?
    Studi menyebutkan antara usia 10-19 tahun cenderung lebih menyebarkan virus korona (covid-19). (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Anak-anak dan remaja antara usia 10-19 tahun cenderung lebih menyebarkan virus korona baru (covid-19) di antara anggota keluarga daripada orang dewasa dan anak-anak di bawah 10 tahun. Hal ini berdasarkan sebuah studi baru di Korea Selatan. 

    Dilansir dari WebMD, hasilnya dipublikasikan secara online sebagai artikel rilis awal dari jurnal Emerging Infectious Diseases dan dapat diperbarui sebelum rilis resmi pada bulan Oktober 2020.

    Para peneliti di CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menganalisis laporan dari hampir 60.000 orang. Mereka adalah yang melakukan kontak dengan 5.706 pasien virus korona antara Januari dan Maret 2020.

    Peneliti pun menemukan bahwa 12 persen kontak rumah tangga memiliki covid-19, dan sekitar 2 persen kontak non-rumah tangga tertular virus.

    "Penggunaan tindakan perlindungan pribadi dan jarak sosial mengurangi kemungkinan penularan," rulis para peneliti.

    Di rumah tangga dengan pasien coronavirus yang berusia antara 10-19 tahun, hampir 19 persen kontak dinyatakan positif covid-19. 

    Ini adalah tingkat penularan tertinggi di antara kelompok umur. Anak-anak di bawah 10 tahun memiliki tingkat terendah pada 5,3 persen.

    Berdasarkan waktu tindakan pembatasan wilayah Korea Selatan, persentase tinggi ada di antara remaja dan remaja. Tetapi tidak di antara anak-anak, karena dijelaskan bagaimana penularan terjadi di sekitar penutupan sekolah. 

    Di Tiongkok, misalnya, studi penelusuran kontak menunjukkan bahwa penutupan sekolah dan jarak sosial secara signifikan mengurangi tingkat covid-19 di antara anak-anak usia sekolah. 

    Studi tambahan, termasuk tes antibodi, akan lebih menjelaskan manfaat kesehatan masyarakat dari penutupan sekolah untuk mencegah penyebaran virus.

    "Meskipun tingkat deteksi untuk kontak anak-anak usia prasekolah lebih rendah, anak-anak muda dapat menunjukkan tingkat serangan yang lebih tinggi ketika penutupan sekolah berakhir, berkontribusi pada transmisi komunitas covid-19," catat mereka.

    Deteksi yang lebih tinggi di antara kontak rumah tangga daripada kontak non rumah tangga juga bisa mencerminkan bagaimana virus berpindah di antara anggota keluarga. Khususnya, ketika mereka berada di dalam rumah.

    "Mengingat tingginya tingkat infeksi dalam keluarga, tindakan perlindungan pribadi harus digunakan di rumah untuk mengurangi risiko penularan," catat mereka.

    Jika seseorang di rumah dinyatakan positif terkena virus korona, jarak sosial dan kebersihan pribadi adalah pilihan yang paling tepat untuk mencegah penyebaran virus. 

    Penelitian di masa depan mungkin dapat menjelaskan apakah memakai masker wajah di rumah dapat membantu, terutama jika beberapa anggota keluarga memiliki kondisi yang mendasari atau menghadapi risiko tinggi tertular covid-19.


    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id