Pada Usia Berapa Bayi Bisa Dijemur?

    Raka Lestari - 25 Juli 2020 07:09 WIB
    Pada Usia Berapa Bayi Bisa Dijemur?
    Sinar matahari memiliki kandungan vitamin D yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Sinar matahari memiliki kandungan vitamin D yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dan berdasarkan beberapa penelitian, vitamin D juga berfungsi dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Mendapatkan asupan vitamin D sangat penting, tidak hanya bagi orang dewasa dan anak tetapi juga bagi bayi yang baru lahir.

    “Jadi bayi itu, sejak mereka baru lahir pun sudah membutuhkan vitamin D. Sehingga kalau mau dijemur di bawah sinar matahari, sejak lahir juga sudah bisa dilakukan. Tidak ada patokan usianya harus berapa minggu atau berapa bulan,” ujar Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes, Ahli Alergi Imunologi Anak Indonesia, dalam acara Webinar Kalbe, Kamis, 23 Juli 2020.

    Ia juga menambahkan bahwa jika orang dewasa umumnya berjemur selama 15 menit, pada bayi sebaiknya tidak lebih dari 10 menit. Hal ini karena kulit bayi yang masih sangat sensitif jika terlalu lama terkena paparan sinar matahari. Selain itu, waktu untuk menjemur juga harus diperhatikan agar bisa mendapatkan manfaat vitamin D.

    “Sinar matahari yang mengandung vitamin D itu kan berasal dari UVB dan UVB itu keluarnya dari jam setengah 10 pagi sampai jam tiga sore. Sehingga kalo menjemur dibawah jam 9 pagi, tentunya UVB nya belum muncul dan tidak mendapatkan vitamin D,” ujar Dr. Budi.

    Menurut Dr. Budi, karena sinar UVB tersebut tidak dapat menembus awan, pakaian, dan kaca. Sebaiknya saat menjemur berada di tempat yang terbuka dan pastikan kulit terkena sinar matahari secara langsung agar sinar matahari tersebut langsung terkena kulit.

    “Namun memang, saat ini banyak anak-anak di Indonesia yang tidak mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Padahal vitamin D memiliki peran yang sangat penting, salah satunya untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak,” kata Dr. Budi.

    Untuk itu, ia menyarankan dalam memenuhi asupan vitamin D bagi tubuh selain dari sinar matahari bisa mendapatkannya dari makanan atau suplemen vitamin D3 yang bisa ditemukan dijual di pasaran.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id