Stunting Bukan Kerdil

    Raka Lestari - 11 Februari 2020 06:10 WIB
    Stunting Bukan Kerdil
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Stunting adalah kondisi di mana seorang anak mengalami gagal tumbuh kembang. Pada umumnya, kondisi stunting identik dengan kondisi yang kerdil atau pendek. Namun Valerie Krisni, Outreach Coordinatir dari 1000 Days Fund, membantah stigma itu.

    “Kerdil itu bukan tanda stunting. Stunting itu apa yang terjadi di dalam seperti pertumbuhan dan perkembangan otak. Namun memang, untuk mengetahui pertumbuhan otak, sistem kekebalan tubuh, dan kondisi dalam tubuh lainnya adalah dengan tinggi badan karena merefleksikan pertumbuhan di dalam tubuh seperti apa,” ujar Valerie Krisni, Outreach Coordinatir dari 1000 Days Fund, sebuah organisasi yang berfokus dalam penanganan dan pencegahan stunting di Indonesia.

    "Selain tinggi badan, perhatikan faktor-faktor lain. Biasanya kalau menurut riset-riset yang sudah dilakukan adalah IQ Point. Anak stunting biasanya lebih rendah 6-11 poin,” ujar Valerie dalam acara Media Gathering Pencegahan Stunting di Indonesia, di Jakarta Selatan, Senin, 10 Februari, 2020.

    Selain itu juga ketika sudah besar, anak yang stunting biasanya lebih sering sakit karena pada saat masih kecil organ tubuhnya kurang tumbuh dengan baik. Pada saat dewasa jadi lebih rentan terkena penyakit yang tidak menular seperti kanker, ginjal, atau diabetes.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sebanyak 31 persen anak-anak di Indonesia menderita stunting atau gagal tumbuh. Dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki angka prevalensi stunting tertinggi yaitu sebesar 43 persen.  Di Indonesia sendiri, ada beberapa faktor penyebab mengapa angka stunting masih cukup tinggi.

    “Stunting itu multifaktorial. Pertama, si ibu tidak paham apa itu stunting. Mereka baru ke dokter kalau anak sudah sakit saja. Genetik juga berperan, tetapi bisa diintervensi melalui cara pengasuhan pada seribu hari pertama kehidupan anak,” ujar dr. Siswanto, MHP, DTM, Kepala Badan Litbang Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI.

    Salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting bisa dilakukan pemenuhan gizi yang seimbang oleh ibu hamil. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri menyarankan agar ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang mengandung sejumlah nutrisi tepat. Hal itu berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro yang memang dibutuhkan selama masa kehamilan.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id