Dampak Malnutrisi pada Lansia

    Kumara Anggita - 13 November 2019 08:07 WIB
    Dampak Malnutrisi pada Lansia
    Di Indonesia, masih banyak lansia yang mengalami ketidakcukupan gizi (malnutrisi). (Ilustrasi/Pexels).
    Jakarta: Semakin bertambahnya umur, risiko orang tua mengalami malnutrusi semakin besar. Bila dibiarkan, dampaknya akan sangat merugikan.

    Berikut dampak negatif dari malnutrusi yang dipaparkan oleh Dokter Spesialis Geriatri, Purwita Wijaya Laksmi.

    - Meningkatkan risiko ulkus dekubitus (luka tekan)
    - Penyembuhan luka yang lama
    - Masa otot menurun
    - Meningkatkan risiko fraktur atau patah tulang
    - Meningkatkan risiko komplikasi dan infeksi
    - Meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas
    - Meningkatkan lama tinggal di rumah sakit
    - Meningkatkan risiko kerentanan
    - Jumlah kunjungan tenaga kesehatan tinggi
    - Meningkatnya biaya perawatan akibat komplikasi
    - Menurunkan kualitas hidup
    - Meningkatkan ketergantungan pada orang lain untuk beraktivitas

    Di Indonesia, masih banyak lansia yang mengalami ketidakcukupan gizi (malnutrisi), padahal asupan gizi yang seimbang sangat penting untuk membantu para lansia agar tetap sehat.

    "Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi tubuh dan perubahan metabolisme yang dapat membuat para lansia lebih rentan terhadap penyakit dan kegilangan masa otot," jelas Dokter Spesialis Geriatri, Purwita Wijaya Laksmi dalam Acara Nestle Boost Optimum Ajak Lansia Indonesia Hidupkan Mimpi yang Tertunda di Jakarta, Senin, 11 November 2019.

    Malnutrisi pada lansia, lanjutnya, dapat mengakibatkan penurunan berat badan, kelelahan, dan tidak berenergi, kehilangan massa dan kekuatan otot, daya ingat melemah, kerentanan, mudah sakit, dan perlu waktu lama untuk sembuh. "Kondisi ini dapat menganggu para lansia dalam menjalani aktivitas hariannya," lanjutnya.

    Berkaitan dengan ini, Marketing Manager Nestlé Health Science, Dokter Yulia Megawati ingin membuat para lansia terjauh dari malnutrisi.

    Berkomitmen dalam mengembangkan terapi gizi sebagai solusi bagi perawatan kesehatan di Indonesia, NHS menghadirkan Nestlé BOOST Optimum, produk yang diformulasikan secara khusus, yang mengandung 50 persen protein whey dan perbandingan komposisi whey dan kasein-nya sebesar 50:50.

    "Nestlé BOOST Optimum bermanfaat membantu memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung aktivitas harian para lansia. Nestlé BOOST Optimum juga diperkaya Vitami D, E, B6, dan B12, serta prebiotik dan probiotik. Probiotik dan prebiotik ini berguna untuk membangu menjaga keshatan pencernan," jelasnya.

    Keluarga memiliki peran penting untuk membantu menjaga keseimbangan kondisi mental, fisik, dan sosial para lansia. Dari sekarang pedulikanlah para lansia agar mereka bisa tetap sehat, aktif, produktif.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id