Program Kelas Ibu Hamil dan Balita Mulai Berjalan

    Sunnaholomi Halakrispen - 12 November 2019 18:37 WIB
    Program Kelas Ibu Hamil dan Balita Mulai Berjalan
    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)
    Jakarta: Program Kelas Ibu Hamil dan Balita mulai berjalan. Program yang dikemas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan kehamilan.

    Selain itu, juga mengubah sikap dan perilaku ibu hamil. Termasuk perihal bersalin dan nifas, serta tumbuh kembang balita yang optimal. Program ini dirancang karena kesehatan ibu dan balita diyakini menjadi penentu generasi di masa depan.

    Begitu pula terkait peningkatan pengetahuan dan mengubah sikap ibu tentang kesehatan diri dan anaknya, menjadi hal yang penting. Maka demikian, terhitung hari ini, Kelas Ibu Hamil dan Balita mulai berlangsung serentak di tiga provinsi.

    Ketiga provisi itu ialah Sulawesi Selatan, Lampung, dan Banten. Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, pun mengingatkan mereka melalui video conference tentang tujuan program tersebut. Yakni untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan balita, yang sejalan dengan visi misi Presiden untuk menjadikan SDM Indonesia unggul.

    “Kesehatan ibu dan anak harus diperhatikan. Kelas Ibu dan Balita ini menjadi salah satu upaya dalam menjaga kesehatan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Terawan dalam rilis Kemenkes.

    Selanjutnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menyampaikan capaian yang diperoleh pemerintahannya terkait stunting. Jumlah stunting di wilayahnya terus mengalami penurunan, bahkan sampai di bawah 10 persen.

    Nurdin memaparkan bahwa dirinya semakin optimis untuk mencapai SDM Indonesia yang unggul. Bahkan, pada APBD 2020, salah satu hal yang difokuskannya ialah terkait SDM unggul.

    “APBD 2020 fokus pada SDM unggul. Kita berharap dukungan pak Menteri bagaimana menghadirkan layanan kesehatan di Sulawesi Selatan,” papar Nurdin.

    Pihaknya juga telah berkomitmen dan membangun visi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Harapannya, agar kasus stunting bisa hilang di Sulawesi Selatan.

    Sedangkan, di Lampung pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dan Balita diiringi dengan pemilihan tenaga kesehatan teladan dan seminar kesehatan. Terkait stunting, dari 42 persen kasus stunting turun menjadi 27 persen untuk saat ini.

    “Kami harus lebih kerja keras lagi menurunkan stunting hingga 20 persen. Kami Provinsi Lampung siap bersinergi dengan Kemenkes dalam melaksanakan program ke depan,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Reihana.

    Selanjutnya, Kepala Dinas Provinsi Banten M. Yusuf menyatakan, program ini diterapkan di delapan kabupaten/kota. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti roadshow program tersebut serta sosialisais gerakan masyarakat hidup sehat.

    “Kami melakukan peningkatan pengetahuan dan mutu tenaga kesehatan, serta pemerataan pelayanan kesehatan bagi ibu dan Balita. Kami memiliki berbagai inovasi di antaranya pendampingan ibu hamil dan Balita,” kata Yusuf.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id