Perbedaan Sunscreen dan Sunblock

    Sunnaholomi Halakrispen - 18 Juni 2020 10:00 WIB
    Perbedaan Sunscreen dan Sunblock
    Berikut ini perbedaan sunscreen dan sunblock. (Foto: Dok. Collins Lesulie/Unsplash.com)
    Jakarta: Sunscreen dan sunblock sekilas terlihat sama dengan manfaat sebagai tabir surya. Namun, ahli perawatan memecahkan perkara ini karena keduanya dinyatakan berbeda.

    Sementara para ahli perawatan kulit setuju bahwa bentuk perlindungan sinar matahari terbaik adalah jenis yang akan Anda gunakan setiap hari. Penggunaan untuk tangan ke bawah, ini adalah cara nomor satu untuk melindungi kulit Anda dari efek merusak dari sinar ultraviolet matahari.

    Dikutip dari The Healthy, dijelaskan bahwa radiasi ultraviolet matahari datang dalam tiga bentuk utama. Pertama, sinar UVA, yang memiliki panjang gelombang terpanjang dan dapat menembus lapisan tengah kulit Anda. 

    Kemudian, sinar UVB, gelombang lebih pendek dari UVA, dan diserap sampai taraf tertentu oleh lapisan ozon atmosfer Bumi. Sinar UVB hanya menembus lapisan luar kulit Anda. 

    Terakhir, sinar UVC, panjang gelombang terpendek, yang pada dasarnya diserap oleh lapisan ozon. Sunblock dan sunscreen sering digunakan secara bergantian, tetapi seharusnya tidak. Hal itu dinyatakan oleh Dr Laura Ferris, MD, PhD, profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh.

    "Sunblock memblokir radiasi UV dan memantulkannya kembali, sementara sunscreen secara kimia menonaktifkan energi sinar UV sehingga tidak dapat merusak kulit Anda," tuturnya. 

    Dengan kata lain, tabir surya kimia melindungi dengan mengubah sinar UV, sementara tabir surya secara fisik melindungi Anda dari matahari. 

    Sementara tabir surya kimia di Amerika Serikat dapat mengandung bahan aktif seperti ensulizole, octisalate, homosalate, octocrylene, octinoxate, oxybenzone, dan avobenzone, menurut American Academy of Dermatology (AAD). 

    FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) meminta lebih banyak informasi tentang keamanan bahan-bahan ini, yang tidak berarti bahan-bahan itu berbahaya, hanya saja diperlukan lebih banyak bukti. FDA juga mengatakan tidak masalah untuk tetap menggunakan produk dengan bahan-bahan ini.

    FDA secara resmi mengakui keduanya aman untuk digunakan dalam produk-produk perlindungan terhadap sinar matahari. Konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin jika Anda mengalami hal yang tak nyaman di kulit.


    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id