Imunostimulan Bisa Bantu Memperkuat Daya Tahan Tubuh

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Februari 2020 08:08 WIB
    Imunostimulan Bisa Bantu Memperkuat Daya Tahan Tubuh
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Imunostimulan merupakan racikan untuk memperkuat sistem imun dan diyakini dapat membantu dalam memperkuat daya tahan tubuh. Sementara itu, kekebalan tubuh bersifat dinamis atau tidak stabil, yang dapat naik turun.

    Semakin manusia tumbuh dewasa, antibodi seseorang akan semakin kuat. Akan tetapi, antibodi juga bisa melemah seiring bertambahnya usia. Imunitas juga dipengaruhi oleh nutrisi, vitamin, mineral, hormon, olahraga, dan emosi atau tingkat stres.

    Namun, imunitas tubuh bisa dijaga dan diperbaiki dengan pola hidup sehat, artinya sehat asupan makanan bernutrisi dan berolahraga rutin. Kemudian, menjalani tidur yang cukup dan minum cukup air putih, sehingga bisa mendetoksifikasi racun.

    "Jadi makanan yang bernutrisi itu penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Apabila seseorang tidak sempat makan makanan yang bergizi komplit, maka dapat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen atau imunostimulan," ujar Prof. Dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, selaku Ketua Perhimpunan Alergi dan Immunologi Indonesia.

    Dokter Iris menekankan bahwa sistem imun dapat ditingkatkan dengan mengatur sistem daya tahan tubuh menggunakan imunostimulan. Sebab, berperan dalam mengaktivasi berbagai elemen dan mekanisme berbeda pada sistem imun.

    Imunostimulan juga berfungsi meningkatkan pertahanan alamiah tubuh untuk mengatasi berbagai infeksi birus dan bakteri. Selain itu juga terhadap berbagai penyakit saat sistem imun tubuh mengalami penurunan.

    Imunostimulan dapat membantu sistem kerja imun dengan cara merangsang pembentukan berbagai sel-sel imun yang memiliki fungsi penting. Salah satunya dengan meningkatkan pembentukan antibodi dan sitokin serta memperbaiki fungsi fagosistosis.

    Penggunaannya dianjurkan pada orang-orang yang merencanakan bepergian, dan sering berada di pusat keramaian. Selain itu, kelompok usia yang rentan memiliki daya tahan tubuh rendah, terutama lanjut usia atau usia di atas 60 tahun.

    "Pada kondisi di mana risiko paparan terhadap infeksi virus sangat tinggi, maka imunostimulan dapat ditambahkan di samping pencegahan lainnya. Imunostimulan dapat dikonsumsi dalam durasi tertentu sampai risiko paparan virus menurun," paparnya.

    Sarannya, imunostimulam sebaiknya dikonsumsi sebelum seseorang terinfeksi suatu penyakit. Lantaran, imunostimulan membutuhkan waktu untuk merangsang sistem imun.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id