Mengapa Seseorang Bersin?

    Raka Lestari - 27 Februari 2020 13:04 WIB
    Mengapa Seseorang Bersin?
    Bersin secara sederhana adalah proses pelepasan udara tanpa sadar yang membantu tubuh menyingkirkan iritasi di hidung dan tenggorokan kita. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Hampir semua orang pernah melakukan bersin. Hidung yang terasa gatal atau ketika sedang flu biasanya akan sangat lega setelah bersin. Dan mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa seseorang bersin? Apa penjelasan secara ilmiah dari terjadinya bersin tersebut?

    "Bersin adalah salah satu reaksi tubuh kita yang paling umum, tetapi kita sering melupakan dan tidak memikirkan bagaimana dan mengapa bersin itu terjadi,” kata Tim Mynes, DO, seorang dokter pengobatan darurat di MedExpress Urgent Care, di Lynchburg, Virginia.  

    Bersin secara sederhana adalah proses pelepasan udara tanpa sadar yang membantu tubuh menyingkirkan iritasi di hidung dan tenggorokan kita. "Seperti alergen, kotoran, dan debu,” ucapnya.

    Bersin biasanya akan meningkat ketika seseorang sedang mengalami alergi atau pilek, tetapi Dr Mynes juga menegaskan bahwa mungkin saja bersin terjadi karena alasan yang tidak diketahui. “Pemicu bersin lainnya seperti kotoran, serpihan, semprotan parfum, paparan cahaya terang yang tiba-tiba, trauma hidung, atau menghirup udara dingin,” jelasnya.

    “Kita mungkin bersin ketika kita menghirup udara dingin karena lendir hidung kita mengering dan hal tersebut dapat memicu respons yang sama pada saraf di hidung kita seperti mengenali debu yang masuk ke hidung,” tambah Dr Mynes.

    Setiap individu memiliki variasi yang berbeda-beda dalam kepekaannya terhadap iritan dan alergen. Menurut Dilraj Kalsi, MD, seorang dokter gaya hidup dan pendiri Hippocrates Lounge, setiap individu juga dapat merespons rangsangan yang berbeda. Perbedaan dalam suara bersin berasal dari variasi dalam anatomi hidung dan kekuatan otot pernapasan.

    "Jika Anda bersin beberapa kali berturut-turut, itu mungkin menandakan bahwa tubuh Anda tidak menghilangkan iritasi setelah bersin pertama dan masih berusaha untuk menghilangkannya," kata Dr Mynes.

    Volume bersin biasanya tergantung pada jumlah udara yang Anda hirup sebelum bersin, serta kapasitas paru-paru Anda. "Semakin banyak udara yang Anda ambil, semakin banyak udara yang keluar, yang dapat menghasilkan bersin lebih besar," terangnya.

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menekankan bahwa bersin adalah salah satu cara penyebaran penyakit. CDC merekomendasikan untuk menutup mulut dan hidung Anda dengan tisu ketika bersin dan kemudian membuangnya segera. Langkah Anda selanjutnya adalah mencuci tangan.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id