IDI Yakin WNI yang Diobservasi di Natuna dalam Keadaan Sehat

    Sunnaholomi Halakrispen - 14 Februari 2020 16:21 WIB
    IDI Yakin WNI yang Diobservasi di Natuna dalam Keadaan Sehat
    dr. Daeng M. Faqih selaku Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. (foto: Burson Cohn & Wolfe Indonesia untuk Good Doctor )
    Jakarta: Observasi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tiongkok di Natuna diperkirakan akan usai pada Sabtu 15 Februari 2020, karena terhitung 14 hari. Jika masa observasi tersebut selesai, maka bisa dianggap semuanya sehat dari novel coronavirus Covid-19.

    Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng M. Faqih menyatakan, 238 WNI tersebut telah menjalani perawatan selama dua pekan. Maka seharusnya, sudah dipastikan bahwa semuanya dalam kondisi sehat ketika dipulangkan ke rumah masing-masing.

    "Sehatnya itu dari hasil observasi selama masa inkubasi. Kalau masa inkubasi lewat, itu berarti dia tidak terinfeksi, karena masa inkubasi itu maksudnya masa dia terinfeksi pertama sampai timbul sakit," ujar dr. Daeng di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat.

    Jika selama rentang waktu inkubasi itu tidak ada masyarakat yang timbul sakit, maka berarti WNI itu sehat. Hal ini harus diyakinkan dengan tepat.

    Dengan demikian, masyarakat tak perlu khawatir dengan kepulangan para WNI yang diobservasi di Natuna, ketika kembali ke keluarga atau daerah tinggal masing-masing.

    "Kalau selama masa inkubasi itu yakin tidak ada, itu atas nama hak asasi manusia, saudara-saudara kita itu ya harus dikembalikan ke keluarga. Itu sudah prosedur yang benar," paparnya.

    Dokter Daeng menilai bahwa keputusan pemerintah tentang proses masa observasi telah benar. Sebab, telah sesuai dengan prosedur yang tepat, berdasarkan arahan dari WHO (world health organization).

    Akan tetapi, jika ada masyarakat yang menunjukkan gejala sakit selama menjalani masa observasi, maka orang itu harus dipindahkan ke ruangan khusus.

    "Dipindahkan ke ruangan yang namanya isolasi. Di ruang isolasi itu terus dimonitoring, diperiksa, di-swap tenggorokan, memastikan sakit atau tidak sakit. Kalau ternyata negatif, ya sudah berarti dia bukan sakit itu," pungkasnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id