Pneumonia 'Serang' China, Perlu Vaksin di Indonesia?

    Sunnaholomi Halakrispen - 19 Januari 2020 07:00 WIB
    Pneumonia 'Serang' China, Perlu Vaksin di Indonesia?
    Apakah jenis vaksin pneumokokus bisa memproteksi pneumonia Wuhan? Simak informasinya berikut ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Kabar tentang sebagian masyarakat yang berada di China diserang penyakit pneumonia misterius. Sejumlah daerah lain juga ikut terserang. Namun, apakah masyarakat di Indonesia butuh vaksin pneumonia tersebut?

    "Ya, sebenarnnya ini harus disampaikan bahwa vaksin yang ada adalah vaksin yang belum bisa memproteksi terhadap kuman yang saat ini dari pneumonia Wuhan," ujar Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah PDPI, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat, 17 Januari 2020 lalu.

    Ia menjelaskan bahwa vaksin yang beredar selama ini hanyalah memproteksi kuman tertentu, tidak untuk jenis lain. Sebab, vaksin yang tersedia disasar untuk pneumonia yang kerap terjadi.

    Sedangkan, penyebaran pneumonia misterius yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok pun belum diketahui jelas apa penyebabnya dan masuk kategori seperti apa. Pihak WHO (World Health Organizaion) masih menginvestigasi kasus pneumonia misterius itu.

    Pneumonia 'Serang' China, Perlu Vaksin di Indonesia?
    (Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah PDPI, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur mengatakan jenis vaksin pneumokokus (yang tersedia di Indonesia) belum bisa memproteksi semua jenis pnemokokus. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Meskipun demikian, masyarakat diperbolehkan mendapatkan vaksin pneumonia. Akan tetapi, bukan disasar untuk pencegahan pneumonia serupa dengan yang ditemukan di China dan Thailand.

    "Dia (vaksin pneumonia di Indonesia) hanya memproteksi yang sesuai dalam kemasan obatnya, misal untuk pneumokokus ya hanya untuk itu saja, tidak untuk yang lain," paparnya.

    Dr. Agus memaparkan, satu jenis vaksin pneumokokus tersebut tidak bisa memproteksi semua jenis pnemokokus. Pasalnya, pneumokokus ada banyak macamnya.

    "Jadi itu supaya dipahami masyarakat, bahwa jangan termakan juga oleh hoaks yang harus vaksin, harus vaksin, karena itu tidak memroteksi (pneumonia) Wuhan," tutur Dr. Agus.

    Sementara itu, untuk vaksin pneumokokus disarankan sesuai dengan keluhan kondisi kesehatan dan usia. Demikian juga untuk anak-anak, maka dapat ditanyakan ke dokter spesialis anak yang telah memeriksa kondisi anak dengan gejala pneumokokus.

    "Kalau dewasa siapa saja, terutama pada usia rentan, biasanya diberikan di atas 60 tahun. Karena, risiko imunitas turun, kedua yang memiliki penyakit paru, tapi tidak untuk populasi secara umum. Kemudian kalau kita bekerja di daerah yang berisiko, misal di rumah sakit," jelasnya.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id