Gejala Kanker Ovarium Sulit Dideteksi

    Kumara Anggita - 11 Februari 2020 11:51 WIB
    Gejala Kanker Ovarium Sulit Dideteksi
    Jika menemukan kanker lebih dini angka harapan hidup akan lebih besar. (Foto: Ilustrasi. Dok. Tamara Bellis/Unsplash.com)
    Jakarta: Kanker ovarium merupakan kegananasan pada ovarium dan salah satu kanker organ reproduksi penyebab kematian tersering setelah kanker serviks. Lebih dari 70 persen perempuan dengan kanker ovarium datang dalam keadaan stadium lanjut.

    Pengenalan awal kanker akan memberi respons pengobatan yang baik. Tidak ada gejala khas pada stadium awal membuat pasien tidak sadar pada penyakit ini.

    Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP mengatakan kalau menemukan kanker lebih dini angka harapan hidup akan lebih besar daripada tahap lanjut.

    Kebanyakan pasien datang dengan gejala berat berupa gangguan pencernaan seperti nyeri perut, kembung, perut membesar, konstipasi. Tak hanya itu perubahan pola menstruasi dan pendarahan di vagina juga ditemukan.

    Gejala Kanker Ovarium Sulit Dideteksi
    (Tak ada salahnya Anda melakukan pemeriksaan sejak dini. Apalagi jika ada riwayat keluarga yang menderita kanker. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Faktor risiko kanker ovarium antara lain:

    - Perempuan yang memiliki riwayat keluarga menderita kanker payudara maupun kanker ovarium memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan perempuan normal lainnya

    - Perempuan dengan risiko tinggi disarankan untuk menjalani konseling genetik dan tindakan pencegahan

    - Faktor usia, terutama di atas 50 tahun

    - Obesitas, perokok dan penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) terapi hormon estrogen dosis tinggi tidak hamil

    Untuk mencegah penyakit ini, Anda bisa melakukan:

    Menerapkan pola hidup sehat dan mencegah terjadinya obesitas. Bisa dilakukan dengan olahraga teratur dan makan makanan dengan serat tinggi.

    Tak hanya itu, bila ada perempuan dengan risiko tinggi kanker, bisa pula dilakukan pengangkatan ovarium melalui pembedahan. Lakukan evaluasi berkala penanda tumor CA-125 dan usg transvaginal.

    Karena gejalanya sulit untuk langsung disadari. Lakukanlah pemeriksaan kanker secara rutin. Dengan seperti itu, bila ada kanker ovarium ditemukan, bisa langsung teratasi.
        


    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id