Apakah Perlu Khawatir Jika Bayi Anda Terbentur Sesuatu?

    Raka Lestari - 09 Februari 2020 16:00 WIB
    Apakah Perlu Khawatir Jika Bayi Anda Terbentur Sesuatu?
    Dr Alison Mitzner, seorang dokter anak menekankan orang tua untuk lebih memerhatikan reaksi anak setelah mengalami cedera. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Ketika sudah mulai bergerak aktif, sangat mungkin bayi terbentur sesuatu. Entah itu karena terjatuh atau tidak sengaja terkena sesuatu, itu bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi para orang tua. 

    Dan itu terkadang menyebabkan si kecil mengalami benjolan kecil atau sesuatu yang lebih serius. Sebagai orang tua, apakah sebaiknya Anda merasa khawatir terhadap hal tersebut?

    Dr Alison Mitzner, seorang dokter anak bersertifikat mengatakan, “Jika bayi Anda terbentur pada bagian kepala, mereka biasanya akan menangis dan kemudian akan kembali tenang,” katanya. Mitzner menambahkan bahwa biasanya mereka akan mengalami sedikit memar atau benjol.

    “Selama bayi langsung menangis, tidak kehilangan kesadaran, dan kembali tenang seperti biasa maka itu sesuatu yang normal. Orang tua sebaiknya tidak perlu khawatir. Untuk mengatasinya bisa diberikan es batu agar benjol tidak membesar,” saran Mitzner.

    Apakah Perlu Khawatir Jika Bayi Anda Terbentur Sesuatu?
    (Dr Alison Mitzner, seorang dokter anak menekankan orang tua untuk lebih memerhatikan reaksi anak setelah mengalami cedera. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Lalu apa saja tanda jika cedera mereka adalah sesuatu yang serius? Dr Whitney Casares, seorang dokter anak dan penulis buku parenting "The New Baby Blueprint" mengatakan jika seorang anak mengalami kesulitan untuk tetap terjaga, muntah, atau menjadi sangat rewel, orang tua harus segera bawa ke rumah sakit.

    “Demikian juga, jika anak Anda tidak responsif, mengalami kesulitan bernapas, menunjukkan aktivitas seperti kejang, atau Anda pikir luka-lukanya mengancam jiwa, segera hubungi nomor darurat,” tambah Dr Casares. 

    Dan setelah menelpon nomor darurat, Dr Casares mengatakan untuk memastikan untuk menjaga anak di ruang yang aman di mana mereka dapat diamati dengan cermat sampai perawatan medis tiba.

    Dr Mitzner menekankan orang tua untuk lebih memerhatikan reaksi anak setelah mengalami cedera dan sebagai orang tua biasanya memiliki insting apakah anak Anda mengalami sesuatu atau tidak. 

    “Sebaiknya orang tua menjelaskan secara jelas kepada dokter anak. Dengan begitu, dokter anak akan memberitahukan apa yang harus dilakukan atau apakah perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Dan yang terpenting adalah untuk selalu mengawasi anak Anda selama 24 jam penuh secara dekat,” tutupnya.




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id