Cara Pandemi Covid-19 Bisa Terjadi dalam Dua Tahun

    Sunnaholomi Halakrispen - 11 Mei 2020 17:27 WIB
    Cara Pandemi Covid-19 Bisa Terjadi dalam Dua Tahun
    Para ahli menguraikan tiga skenario potensial untuk bagaimana pandemi covid-19 bisa terjadi. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Sebuah laporan baru menguraikan tiga skenario potensial tentang bagaimana pandemi covid-19 dapat terungkap. Meskipun belum ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan untuk covid-19, namun sebagian besar ahli tampaknya setuju bahwa wabah ini tidak akan hilang dalam waktu dekat.

    Pada laporan yang dilansir dari Live Science ini, diperkirakan bahwa pandemi covid-19 kemungkinan akan berlangsung sekitar dua tahun ke depan. Hal itu berdasarkan pernyataan peneliti di University of Minnesota, mengacu pada informasi dari delapan pandemi flu sebelumnya atau kembali ke tahun 1700-an, dan menggabungkan data dari pandemi covid-19 saat ini.

    Para penulis mencatat bahwa coronavirus baru, yang disebut SARS-CoV-2, bukan jenis influenza, tetapi memiliki beberapa kesamaan dengan virus pandemi flu. Keduanya merupakan virus pernapasan yang populasinya sedikit atau tidak ada kekebalan sebelumnya, kemudian keduanya dapat menyebar ketika orang tidak memiliki gejala. 

    Namun, virus yang menyebabkan covid-19 tampaknya menyebar lebih mudah daripada flu. Selain itu, penularan asimptomatik (suatu penyakit yang sudah positif diderita oleh seseorang, tetapi tidak memberikan gejala klinis apapun) dapat menyebabkan proporsi yang lebih besar dari penyebaran covid-19, dibandingkan dengan flu.

    Mengingat betapa mudahnya SARS-CoV-2 menyebar, sekitar 60 persen hingga 70 persen dari populasi mungkin perlu kebal untuk mencapai kekebalan kawanan dan menghentikan pandemi. Ini akan memakan waktu, karena sebagian kecil dari populasi Amerika Serikat tampaknya telah terinfeksi sejauh ini, walaupun tingkat infeksi bervariasi berdasarkan lokasi. 
     

    Laporan tersebut kemudian menguraikan tiga skenario potensial untuk bagaimana pandemi covid-19 bisa terjadi. 

     

    1. Skenario pertama

    Pada skenario pertama, gelombang kasus covid-19 saat ini diikuti oleh serangkaian gelombang yang lebih kecil, atau puncak, yang terjadi secara konsisten selama periode satu hingga dua tahun, tetapi secara bertahap berkurang sekitar tahun 2021.

    2. Skenario kedua

    Skenario kedua, ada kemungkinan bahwa gelombang awal covid-19 pada musim semi 2020 (Maret-Juni) diikuti oleh gelombang kasus yang lebih besar pada musim gugur (September-Desember) atau musim dingin (Desember-Maret), seperti yang terjadi pada pandemi flu tahun 1918. Selanjutnya, satu atau lebih gelombang yang lebih kecil dapat terjadi pada 2021.

    3. Skenario ketiga

    Pada skenario terakhir, gelombang pegas awal covid-19 dapat diikuti lambat dari transmisi covid-19 dan kasus yang tidak mengikuti pola gelombang yang jelas. 

    Selama gelombang kasus baru, daerah perlu secara berkala mengembalikan dan mengendurkan langkah-langkah mitigasi, seperti jarak sosial untuk mencegah sistem perawatan kesehatan untuk mengantisipasi kewalahan kasus. 

    Terlepas dari skenario mana yang terungkap, kita harus bersiap untuk setidaknya dalam 18 hingga 24 bulan menjalani aktivitas terkait covid-19 yang signifikan. Tapi tentunya kita semua berharap hal ini dapat segera berlalu.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id