Bayi Lahir Prematur Berisiko Gangguan Pendengaran

    Sunnaholomi Halakrispen - 20 Maret 2020 13:04 WIB
    Bayi Lahir Prematur Berisiko Gangguan Pendengaran
    Gangguan pendengaran bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak. Bahkan, pada bayi yang baru lahir secara prematur. (Ilustrasi/pexels)
    Jakarta: Gangguan pendengaran bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak. Bahkan, pada bayi yang baru lahir secara prematur. Ada sejumlah faktor risiko yang bisa diperhatikan oleh orang tua.

    "Anak terlambat bicara, prematur lebih dari tiga minggu, ada riwayat pada waktu hamil ibunya campak, ada riwayat kejang," ujar Dr. dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.THT-KL(K) dari PP PERHATI KL (Pengurus pusat perhimpunan dokter spesialis telinga hidung tenggorok bedah kepala leher indonesia) di Jakarta Selatan.

    Selain itu, bayi yang lahir dengan berat badan kurang. Pada umur bayi kurang dari satu tahun, bisa dicek apakah anak tidak refleks terhadap suara atau bunyi kencang. 

    Faktor risiko juga terhadap anak yang kekurangan gizi. Bahkan, anak dengan gizi kurang bisa dua kali lebih berisiko gangguan telinga.

    "Tuli kongenital/tuli pada bayi baru lahir terdapat 1 dari 1000 kelahiran. Sementara sebanyak 5000 anak tiap tahun lahir dengan gangguan pendengaran," paparnya.

    Ia memaparkan bahwa angka tersebut akan meningkat jika bayi lahir dengan berat badan rendah atau terjadi gangguan si kecil berada di dalam kandungan sang ibu.

    Salah satu tindakan yang bisa dilakukan ialah mendiagnosis ada atau tidaknya gangguan pendengatan pada anak baru lahir. Untuk hasil pemeriksaan yang tepat, bisa meminta dokter untuk melakukan skrining pendengaran.

    "High technology assessment. Idealnya sebelum keluar dari rumah sakit dilakukan evaluasi. Tapi masalahnya butuh alat yang kini terbatas di rumah sakit di Indonesia," jelasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id