Waspadai Lima Gejala RSV pada Bayi Baru Lahir

    Anda Nurlaila - 08 Februari 2020 12:04 WIB
    Waspadai Lima Gejala RSV pada Bayi Baru Lahir
    Bayi-bayi yang lahir di bulan-bulan musim dingin atau penghujan rentan terkena virus pernapasan. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Bayi-bayi yang lahir di bulan-bulan musim dingin atau penghujan rentan terkena virus pernapasan. Meniru virus pilek, RSV menyerang saluran udara kecil pada sistem pernapasan bagian bawah bayi dengan prevalensi lebih  tinggi di musim dingin.

    "RSV pada bayi baru lahir dapat menyebabkan tingkat peradangan dan produksi lendir yang sangat besar. Peradangan dan lendir ini dapat menyebabkan penyumbatan saluran udara yang lebih kecil di paru-paru, sehingga sulit bagi bayi baru lahir untuk bernafas," kata dokter anak Alyssa Silver seperti dilansir dari Parents

    Itu sebabnya RSV pada bayi baru lahir jauh lebih berbahaya daripada RSV untuk bayi lebih tua. Faktanya, lebih dari 40 persen rawat inap RSV terjadi pada bayi di bawah 6 bulan.

    Penanganan saat Bayi Alami RSV

    Belum ada obat yang dapat membuat RSV menjadi lebih baik dengan cepat. Sebagian besar penderita RSV membutuhkan waktu dan dukungan melalui penyakit ini. Silver menjelaskan ada beberapa gejala RSV yang perlu diwaspadai. Jika melihat salah satu gejalanya bawa bayi ke instalasi gawat darurat segera. 

    Retraksi

    Jangan pernah mengabaikan tanda-tanda kesulitan bernafas pada bayi seperti pernapasan yang sangat cepat, menggunakan banyak otot ekstra untuk bernapas, menarik leher, lubang hidung masuk dan keluar, atau bisa melihat di antara tulang rusuk saat bernapas atau disebut retraksi. Semua hal ini, kata Silver pertanda bayi berjuang untuk mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Hal ini merupakan situasi darurat.

    Popok Basah Lebih Sedikit dari Biasanya

    Setiap bayi baru lahir yang melalui 6-8 jam tanpa popok basah harus dibawa ke dokter sebagai tanda dehidrasi. Tidak seperti penyakit anak-anak lainnya, dehidrasi karena RSV penyebabnya bukan demam tinggi atau muntah. Sebaliknya, itu adalah efek samping dari kesulitan bayi saat menyusui akibat hidung tersumbat yang umum pada penderita RSV.

    Semburat Biru di Sekitar Bibir dan Kuku

    Setiap perubahan warna kebiruan pada kulit bayi mengkhawatirkan. "Ini adalah tanda-tanda bahwa bayi Anda mungkin membutuhkan oksigen atau dukungan tambahan dengan pernapasan dan harus segera dibawa ke ruang gawat darurat," ia memperingatkan.

    Apnea

    Apnea, atau periode waktu di mana bayi Anda tidak bernapas, adalah gejala kritis pada bayi di bawah 6 bulan, kata Marshall. Meskipun ini salah satu gejala RSV yang umum tapi menakutkan pada bayi baru lahir. Bayi bisa berhenti bernapas hingga lebih dari 20 detik ketika mengalami RSV. 

    Sulit Menyusu 

    Bayi baru lahir dengan kondisi RSV dapat menjadi sangat sesak sehingga sulit menyusu. "Ini dapat berlanjut ke titik bahwa bayi memerlukan suplementasi dalam pemberian makanan  melalui selang nasogastrik dari hidung ke perut atau cairan intravena (IV)." 

    Jika merasa sulit menyusui bayi lebih dari beberapa menit setiap kali waktu menyusui, perhatikan popoknya. Jika popoknya tidak basah, bayi Anda mungkin kurang nutrisi. Pastikan kunjungan ke dokter anak.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id