YKPI Imbau Penyintas Kanker Terus Diberi Semangat

    Sunnaholomi Halakrispen - 26 Februari 2020 13:22 WIB
    YKPI Imbau Penyintas Kanker Terus Diberi Semangat
    Ketua YKPI Linda Agum Gumelar dalam acara penyerahan hibah unit mobil kemoterapi dan terapi sistemik YKPI pada RS Kanker Dharmais selaku Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
    Jakarta: Berdasarkan data dari Globocan 2018, di Indonesia kasus kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi, yaitu sebesar 30,9 persen. Atau sebesar 58,256 dari total 188,231 kasus baru kanker di Indonesia.

    Berbagai perawatan intensif harus dilakukan secara rutin oleh para penyintas kanker dengan penuh semangat. Maka demikian, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengimbau seluruh pihak terus memberikan semangat kepada para penyintas kanker.

    "Kepada masyarakat di bulan kanker dunia ini mudah-mudahan terus diberikan semangat kepada para pasien kanker dan diberikan senyuman, kasih sayang, support," ujar Ketua YKPI Linda Agum Gumelar di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, Rabu, 26 Februari 2020, dalam acara penyerahan hibah unit mobil kemoterapi dan terapi sistemik YKPI pada RS Kanker Dharmais selaku Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional.

    Sebab, para penyintas kanker tidak hanya satu kali menjalankan perawatan. Melainkan, berkali-kali dengan proses yang panjang. Hal tersebut penting diterapkan untuk proses perawatan hingga penyembuhan.

    "Kepada para pasien kanker saya berharap mereka tetap semangat, dan jangan pernah menyerah, berserah diri tetap, lakukan pengobatan secara klinis. Itu yang saya harapkan dari masyarakat maupun untuk para penyintas kanker di dunia," paparnya.

    YKPI Imbau Penyintas Kanker Terus Diberi Semangat
    (Ketua YKPI Linda Agum Gumelar dalam acara penyerahan hibah unit mobil kemoterapi dan terapi sistemik YKPI pada RS Kanker Dharmais selaku Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

    Dukungan semangat memengaruhi psikologi para pasien dalam melalui setiap proses perawatan. Salah satunya, kemoterapi yang terkadang bisa menyebabkan kejenuhan, ketidaknyamanan, dan melelahkan.

    Jika pasien tidak semangat, akibatnya pasien tidak menyelesaikan seluruh tahapan kemoterapi yang sudah di tentukan oleh dokter dan berakibat fatal kepada pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan secara berkala harus dijalankan.

    Sementara, sekitar 70 persen pasien kanker payudara di Indonesia yang datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut (stadium III dan IV). Angka tersebut masih terlalu tinggi dibandingkan dengan data di dunia.

    Seperti diketahui pada kanker payudara stadium lanjut harapan hidup pasien semakin berkurang dan biaya terapi yang dikeluarkan menjadi lebih besar. Padahal bila kanker payudara ditemukan pada stadium awal, kesembuhan mencapai lebih dari 90 persen.

    Saat ini kanker payudara pun menduduki peringkat pertama di Rumah Sakit Kanker Dharmais, yaitu sebesar 67 persen dari seluruh pasien kanker di Rumah Sakit Dharmais. Bahkan, jumlah pasien kanker di rumah sakit ini mencapai 150-200 pasien per hari yang menjalankan perawatan.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id