Mengenal 8 Gangguan Kesehatan Mental

    Yatin Suleha - 03 April 2020 15:11 WIB
    Mengenal 8 Gangguan Kesehatan Mental
    Berikut ini adalah ragam gangguan kesehatan mental. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Permasalahan kesehatan tidak hanya tergambar secara fisik saja, namun juga terkait kesehatan jiwa. Dalam keterangan pers Kemenkes Oktober 2019 silam, disebutkan data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1000 Rumah Tangga terdapat anggota keluarga dengan Skizofrenia/Psikosis. 

    Lebih dari 19 juta penduduk usia di atas 15 tahun terkena gangguan mental emosional, lebih dari 12 juta orang berusia di atas 15 tahun diperkirakan mengalami depresi. Kondisi ini telah menyerap dana BPJS Kesehatan sebesar 730 miliar.

    Dan untuk lebih mengenal apa saja yang termasuk dalam kesehatan mental, psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi. dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung memaparkan seperti berikut ini:

    1. Mood disorder

    Mood disorder ditandai dengan mudah berubahnya kondisi mood kita. Di satu sisi kita bisa marah/bahagia berlebihan, tp secara tiba-tiba mood itu bisa berubah menjadi depresi. Saat ini jenis yang banyak dikenal adalah bipolar disorder.

    2. Anxiety disorder atau gangguan kecemasan

    Anxiety disorder di mana penderita mudah mengalami kecemasan dan panik, bahkan tanpa disertai dengan penyebab yang pasti.

    3. Personality disorder atau gangguan kepribadian

    Biasanya mereka yang mengalami gangguan ini akan memiliki cara berpikir dan perilaku yang aneh. Hal ini yang membuat mereka terkadang sulit untuk beradaptasi dengan situasi sosial. 

    4. Psychotic disorder atau gangguan mental yang sangat berat

    Psychotic disorder ditandai dengan halusinasi, delusi, maupu flight of idea. Mereka yang menderita gangguan ini biasanya butuh perawatan khusus di RSJ. Contohnya adalah schizofrenia. Orang-orang awam menyebutnya gila.

    Mengenal 8 Gangguan Kesehatan Mental
    (Kemenkes mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku CERIA yaitu Cerdas intelektual, empati, interaksi, asah asih dan asuh pada penderita kesehatan mental. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    5. Eating disorder atau gangguan perilaku makan

    Eating disorder sebagai akibat dari gangguan proses berpikir contohnya anoreksia nervosa dan bulimia. 

    6. Trauma related disorder atau gangguan trauma sebagai akibat dari kejadian yang berat dalam hidup

    Trauma related disorder bisa karena kejadian yang bersifat massal, misalnya wabah covid saat ini, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran dan lain-lain. Gangguan ini sering disebut juga dengan PTSD (post traumatic syndrome disorder).

    7. Substance abuse disorder atau gangguan penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol

    Substance abuse disorder misalnya alkoholic atau drug user.

    8. Sexual disorder atau gangguan perilaku seksual

    Gangguan ini bisa hipersex, hiposex, voyeurism (hobi mengintip yang tidak berpakaian), exhibitionism (laki-laki yang senang memerkan alat vitalnya di hadapan wanita, dan saat wanita tersebut ketakutan dia bisa ejakulasi) dan lainnya.

    Usaha membantu 

    Dan berdasarkan Undang-undang No 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terus dilakukan Kementerian Kesehatan. Keempat upaya tersebut harus memerhatikan empat aspek yaitu fisik, mental, sosial dan spiritual guna mencapai individu sehat jiwa.

    Kemenkes mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku CERIA yaitu Cerdas intelektual, emosional dan spiritual. Empati dalam berkomunikasi efektif, Rajin beribadah sesuai agama dan keyakinan. 

    Interaksi yang bermanfaat bagi kehidupan. Dan Asah asih dan asuh tumbuh kembang dalam keluarga dan masyarakat. Melalui gerakan ini diharapkan masyarakat Indonesia memiliki jiwa jiwa secara fisik, mental, sosial, dan spiritual.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id