Keracunan Makanan, Ada Tahapan Gejalanya

    Sunnaholomi Halakrispen - 16 Agustus 2019 11:36 WIB
    Keracunan Makanan, Ada Tahapan Gejalanya
    dr. Yun Istatik selaku Dokter Umum Rumah Sakit Pondok Indah – Pondok Indah (Foto: Dok RSPI)
    Keracunan makanan memiliki beragam gejala. Di antaranya mual, muntah, diare berair, nyeri perut dan kram. Bahkan ada juga yang mengalami demam, kehilangan selera makan, hingga menggigil.


    Jakarta: Mengonsumsi makanan yang terpapar bakteri berisiko bagi kesehatan. Apalagi, makan makanan yang basi atau kedaluwarsa. Ketahuilah bahwa ada banyak gejala keracunan makanan.

    Banyaknya gejala tersebut karena ada banyak variasi pemicu keracunan itu sendiri. Namun, kata dr. Yun Istatik selaku Dokter Umum Rumah Sakit Pondok Indah – Pondok Indah, ada gejala umum yang kerap terjadi.

    Beberapa di antaranya, mual, muntah, diare berair, nyeri perut dan kram. Kemudian, demam, kurangnya energi dan merasa lemah, kehilangan selera makan, otot sakit, serta menggigil.

    "Gejala yang disebabkan oleh infeksi bakteri E. coli antara lain dapat menyebabkan diare berdarah dan komplikasi seperti sindrom uremik hemolitik (HUS)," ujar dr. Yun kepada Medcom.id di Jakarta.

    Ada kemungkinan muncul gejala atau tanda-tanda selain yang disebutkan itu. Maka, apabila Anda memiliki kekhawatiran tentang sebuah gejala tertentu, segera lakukan konsultasi dengan dokter.

    "Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari gejala keracunan makanan," tutur dia.

    Ketika terinfeksi keracunan makanan tertentu, gejalanya pun menyesuaikan. Bisa diketahui pemicunya dengan melakukan uji alergi makanan di laboratorium terkait.

    Sementara itu, perhatikan sejumlah gejala yang kerap muncul dalam alergi makanan, yakni muntah, feses berdarah, diare selama lebih dari tiga hari. Kemudian, ketika merasakan sakit perut ekstrem atau kram perut yang parah

    "Di antaranya kondisi suhu oral lebih tinggi dari 38,6 derajat celcius, haus yang berlebihan, mulut kering, buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali, kelemahan yang parah, pusing. Penglihatan buram, kelemahan otot dan kesemutan di lengan," paparnya.

    Gejala tersebut adalah gejala dehidrasi yang bisa berakibat fatal apabila didiamkan begitu saja. Umumnya dehidrasi lebih mudah dialami oleh anak-anak atau orang lanjut usia ketika mereka keracunan makanan.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id