Apakah Menyusui dapat Menyebabkan Tulang Cepat Keropos?

    Raka Lestari - 07 Februari 2020 11:05 WIB
    Apakah Menyusui dapat Menyebabkan Tulang Cepat Keropos?
    Wanita yang menyusui mungkin merasakan adanya banyak perubahan pada tubuhnya. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Wanita yang menyusui mungkin merasakan adanya banyak perubahan pada tubuhnya. Beberapa wanita yang sedang menyusui mungkin merasakan masalah pada menstruasi, rasa lapar, bahkan adanya perubahan pada tingkat energi dibandingkan sebelumnya.

    Beberapa juga menyebutkan bahwa menyusui dapat menyebabkan tulang menjadi lebih cepat rapuh. Apakah hal tersebut benar?

    Sebagai konsultan laktasi Vicki Horner, IBCLC, mengatakan bahwa penelitian menunjukkan bahwa wanita mungkin kehilangan kepadatan tulang saat menyusui. Tetapi kepadatan tulang yang hilang tersebut akan diganti dengan sel-sel yang baru dalam waktu dua tahun setelah melahirkan.

    Namun, ia mencatat bahwa ada juga beberapa faktor luar yang berperan secara keseluruhan pada kesehatan tulang, termasuk nutrisi. Danielle Downs Spradlin, IBCLC, juga menambahkan, mempertahankan pola makan yang positif bagi pemberian ASI dan mengonsumsi mineral atau vitamin sesuai kebutuhan sama pentingnya dengan konsumsi vitamin prenatal selama kehamilan.

    Faktanya, Spradlin menyamakan kelenjar susu tubuh dengan plasenta. "Plasenta adalah organ canggih yang memprioritaskan pertumbuhan janin dan kelenjar susu sama canggihnya,” jelasnya.

    Kesamaan ini menekankan pentingnya nutrisi yang tepat untuk ibu menyusui karena tubuh mereka bekerja untuk menjaga dua orang (dan tulang mereka) agar sehat dan kuat.  

    Sebuah ulasan dalam Journal of Family and Reproductive Health mencatat bahwa wanita benar-benar mulai kehilangan massa tulang selama kehamilan, jadi tidak semua kehilangan disebabkan oleh menyusui.

    Studi dalam ulasan tersebut juga menunjukkan bahwa wanita yang menyusui terus menerus kehilangan (minimal) kepadatan tulang pada enam bulan setelah melahirkan. Sedangkan kepadatan tulang pada wanita yang tidak menyusui mulai meningkat pada tiga bulan setelah melahirkan.

    Namun, pada 24 bulan pascapersalinan wanita yang menyusui mengalami pembangunan tulang kembali yang lebih cepat daripada yang tidak menyusui.

    Pada dasarnya, tubuh dibuat untuk menyusui setelah melahirkan sehingga tubuh akan mampu memperbaiki dirinya sendiri setelah kehamilan, persalinan, dan melahirkan. Tubuh juga akan memperbaiki dirinya sendiri setelah menyusui.

    Dan efek jangka pendek menyusui pada tulang bukan menjadi alasan bagi wanita untuk tidak menyusui. Ada banyak manfaat jangka panjang dari menyusui bagi ibu untuk diingat juga.

    Menyusui dapat mengurangi peluang kanker payudara sebelum dan sesudah menopause, kanker serviks dan ovarium, osteoporosis, anemia dan infeksi saluran kemih,” tutup Honer.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id